Bupati: Tarif air naik apa tidak,kita lihat kondisi rakyat!

Bupati Magetan Sumantri Memberi Keterangan Wartawan.
Magetan Pagi
Bupati Magetan, Sumantri, memastikan paling lambat 6 November mendatang, akan memberikan keputusan kepada  65 ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lawu Tirta tentang usulan kenaikan tarif air minum oleh PDAM Lawu Tirta Magetan.

Dikonfirmasi magetanpagi, Sumantri, belum dapat memastikan akan menerima atau menolak usulan kenaikan tarif air minum yang akan dibebankan kepada puluhan ribu rakyat Kabupaten Magetan tersebut," Keputusan naik apa tidak, kita lihat kondisi rakyat dahulu,"  kata Bupati Sumantri.

Disisi lain, PemKab sebagai pemilik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), harus memberikan jawaban kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) paling lambat 6 November mendatang. " November harus ada jawaban dari Bupati kepada  Kemendagri terkait tarif air minum," pungkas Sumantri.

Sebagai informasi, PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan mengajukan tiga opsi harga kenaikan air minum kepada Bupati Magetan sebesar Rp 1.300, Rp 1.500 dan Rp 1.600 per meter kubik, dari harga saat ini Rp 1.000 per meter kubik.

Sementara kalangan wakil rakyat sempat menyesalkan penyesuaian tarif air minum dibebankan kepada rakyat. Dewan berharap, Pemkab menggelontorkan subsidi kepada PDAM dari pada membebani rakyat dengan kenaikan tarif PDAM. " Harusnya Pemkab bicara kepada Dewan, solusinya adalah beri subsidi bukan dibebankan kepada rakyat, saya yakin Dewan akan setuju jika untuk rakyat Magetan," kata Joko Suyono, Ketua DPRD Magetan.

Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
POLITIK DAN PEMERINTAHAN