Kasatpol PP : Jika Berani Merusak Segel Urusanya Pidana.

 Plt Kasatpol PP Magetan, Agung Lewis.

Magetan Pagi 
Proyek pendirian Base Transceiver Station (BTS) di Desa Belotan, Kecamatan Bendo, dipastikan berhenti, setelah Satpol PP dan Damkar, menemukan tower yang berada di RT 29/ RW 11 tersebut ilegal.

Status bodong tower BTS tersebut  dikuatkan kajian tim Perijinan Kabupaten, gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magetan mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satpol PP dan Damkar serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) serta OPD terkait lainya.

Satpol PP akan mengawasi segel yang dipasang pada tower agar tidak dirusak oleh orang tidak dikenal. " Kita akan kawal, proyek ini tidak boleh dilanjutkan," kata Agung Lewis, Plt Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Jumat (8/9).

Agung memastikan, jika ada oknum yang berani merusak segel Satpol PP pada tower tersebut, akan membawanya ke ranah hukum." jika kasusnya perusakan segel, ranahnya sudah pidana," jelasnya.
Agung merinci, kasus BTS Desa Bendo berawal dari laporan warga kepada Satpol PP Magetan jika ada yang merusak segel tower didesanya, selanjutnya sejumlah pekerja melanjutkan proyek ilegal tersebut. " Ada warga yang lapor ke Satpol PP jika ada yang merusak segel,  kemudian melanjutkan pekerjaan, dari informasi tersebut kami bertindak," jelas Plt Kasatpol PP Kepada Magetanpagi.

Diberitakan sebelumnya, Tower BTS didesa Belotan, Kecamatan Bendo, mendapatkan penolakan warga sekitar tower, bahkan, Pemkab Magetan memastikan jika BTS tersebut belum memiliki ijin dari Tim Perijinan Kabupaten. Namun, kenyataanya proyek tower  tersebut dapat berdiri ditengah perkampungan padat penduduk
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
HUKUM DAN KRIMINAL