Tersangka Korupsi RSUD Tidak Ditahan.

EA Saat Memasuki Kejaksaan Negeri Magetan

Magetan Pagi
Nasib tersangka korupsi proyek pembangunan ruang rawat inap kelas III RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan, senilai Rp 1, 4 miliar tahun 2010, Ehud Allawy, lebih beruntung dibandingkan 6 tersangka lain yang saat ini telah meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Magetan serta Lapas Kelas I Medaeng, Sidoarjo.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan pilih tidak menahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tersebut, dengan alasan sakit, ketika berkas perkaranya dilimpahkan Polres Magetan kepada Kejaksaan Negeri Magetan. " Ehud Allawy sakit, sehingga kami melakukan pemeriksaan ulang pukul 13.00, ternyata kondisi tersangka tetap sakit, kita dari kejaksaan tidak bisa melakukan penahanan," kata Achmad Taufik Hidayat, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magetan, Selasa (19/9).

Sebelumnya, Kejaksaan memanggil tiga dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan tersangka Ehud Allawy, hasilnya, tensi darah mencapai 190 serta komplikasi gula dan jantung.
Namun, Kasi Pidsus memastikan akan segera melimpahkan berkas perkara Ehud Allawy  ke Pengadilan Tipikor Jawa Timur, agar segera disidangkan. " Kita akan segera limpahkan perkara ini ke Tipikor Jatim," pungkas Achmad Taufik Hidayat.

Sebagai informasi, selain Ehud Allawy kasus dugaan korupsi pembangunan ruang perawatan kelas III RSUD dr Sayidiman telah menyeret tujuh tersangka, yakni Ningrum Palupi Widiasari (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), Rohmat ( Pejabat pengadaan barang), Cahyo Renggo Putro selaku Konsultan Perencana proyek (Dirut CV.Enggal Daya Prima) warga Desa Manisrejo,Kecamatan Karangrejo, Suharti selaku rekanan pengawas (Dirut CV. Jaya) warga Tamanarum, Kecamatan Parang, Titik Mulyatin warga Desa/Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun berperan sebagai makelar proyek serta Suyitno direktur PT Awan Megah selaku Kontraktor proyek pembangunan ruang kelas III.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
HUKUM DAN KRIMINAL,POLITIK DAN PEMERINTAHAN