Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disparbudaya Kenalkan Seni Decoupage.

Nurhidayah Irjayanti,Seniman Decoupage Tunjukan Hasil Karyanya. 
Magetan Pagi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbudaya) Kabupaten Magetan memperkenalkan seni menempel dengan media tisue atau napkin, pada Pekan Pasar Rakyat Magetan (PPRM) dalam rangka hari jadi ke 342 Kabupaten Magetan di GOR Ki Mageti Magetan yang digelar mulai 12-16 Oktober.

Bagi kalangan pecinta seni, Napkin dikenal dengan istilah Decoupage. Decoupage sendiri berasal dari bahasa Prancis " d├ęcouper" yang memiliki arti memotong. Decoupage merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

Proses ini membuat tampilan potongan-potongan kertas yang rata tampak dalam dan membuat pola serta gambar terlihat seolah-olah dilukis pada objek yang diproses dengan teknik decoupage. Decoupage adalah cara menyenangkan dan mudah untuk mendekorasi objek apa saja, termasuk benda-benda di rumah mulai dari vas kecil hingga furnitur berukuran besar.'' Seni decoupage adalah seni tempel dimana medianya tergantung selera kita,''kata Nurhidayah Irjayanti,seniman decoupage Kabupaten Magetan. 

 Terpisah Kepala Dinas Parbudaya Kabupaten Magetan, Siran, mengaku akan mengembangkan seni Decoupage untuk menunjang destinasi  wisata di Kabupaten Magetan." Seni Decoupage dapat diberikan ornamen Telaga Sarangan, Telaga Wahyu atau lokasi lain yang merupakan identitas Kabupaten Magetan," kata Siran, Jumat ( 13/10).

Dikatakan Kepala Disparbudaya, Kabupaten Magetan memiliki pesona alam serta Sumber Daya Manusia ( SDM) yang berkualitas, dua potensi tersebut akan terus dikembangkan untuk menunjang Kabupaten Magetan sebagai Kabupaten jujugan wisata Nasional. " Kita miliki potensi alam yang indah serta SDM yang berkualitas, keduanya akan kita kembangkan untuk menjadi pendukung Kabupaten Magetan sebagai Daerah jujugan wisata Nasional," pungkas Siran.

Posting Komentar untuk "Disparbudaya Kenalkan Seni Decoupage."