Kios Jamu Ilegal Digrebek.

Petugas Tunjukan Barang Bukti (BB) Jamu Ilegal.
Magetan Pagi
Sat Narkoba Polres Magetan menggerebek kios jamu milik Andri Yadi ( 34) di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat. Hasilnya, puluhan bungkus jamu ilegal diamankan petugas.


Kepada penyidik, tersangka Andri Yadi mengaku telah 4 bulan menjalani bisnis haram tersebut. Ironisnya, tersangka sebenarnya mengetahui jika jamu yang dia jual berbahaya dan belum mengantongi ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). " Empat bulan jualan jamu ini, saya tahu belum berijin,  tapi karena banyak yang tanya, saya nekat jual jamu - jamu ini," kata Andri Yadi, Selasa ( 24/10).


Tersangka mengaku mendapatkan jamu - jamu tersebut dari sejumlah toko obat di Kota Solo. " Saya dapatkan dari Kota Solo," jelas Andri Yadi.


Sebagian besar Andri Yadi  menyediakan jamu kuat untuk lelaki. Sebab, mayoritas pelanggan minta disediakan jamu kuat." Pelanggan saya selalu minta jamu kuat, jadi saya nekat menjualnya," ungkapnya.


Kasubag Humas Polres Magetan, AKP Suyatni, mengaku jika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat jika ada penjual jamu kuat yang diduga Ilegal di wilayah Kecamatan Barat.


Laporan tersebut ditanggapi Sat Narkoba Polres Magetan dengan mendatangi kios milik Andri Yadi di Kelurahan Mangge, Kecamatan  Barat. "  Setelah polisi mendapatkan kepastian jika produk yang dijual ilegal, tersangka bersama barang bukti kita bawa ke Mapolres Magetan," tegas Kasubag Humas Polres Magetan.

Polisi menjerat tersangka Andri Yadi dengan Pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat 1 Subsider Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. " Tersangka kita amankan di Mapolres Magetan. Tersangka  kita jerat dengan UU Kesehatan," pungkas AKP Suyatni.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
HUKUM DAN KRIMINAL