Pilkades Serentak Hari ini Masih Gunakan Cara Kuno.

Proses Pilkades Secara Manual.
Magetan Pagi
Ketika daerah lain berlomba - lomba menerapkan transparansi pemilihan Kepala Desa (Kades) dengan pemilihan menggunakan teknologi elektronik e - Voting tapi tidak untuk di Kabupaten Magetan.Pun hingga kini dalam pelaksanaan Pilkades serentak yang diikuti 23 desa se- Kabupaten Magetan, Pemkab masih mengadopsi sistem coblosan, Kamis (9/11).

Padahal dalam pelaksanaan Pilkades tersebut, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Magetan tersedot hingga 1 miliar, dibagikan kepada 23 desa  dengan nominal Rp 40 juta - 60 juta per desa.

Bupati Magetan, Sumantri, berdalih jika Pilkades sistem e-Voting memerlukan proses panjang." Semua butuh proses," kata Sumantri, Kamis (9/11).

Sebelumnya, Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, mendesak Pemkab Magetan untuk menerapkan e-Voting dalam Pilkades serentak 9 November 2017.

Ketua Komisi B, Suratman menilai, selain low budget, e-Voting minim komplain baik dari peserta Pilkades maupun pendukung Calon Kades." Dari berbagai daerah, e-Voting komplain zero. Kalau ada yang mudah kenapa dipersulit, Jika ada yang murah kenapa harus pilih yang mahal. Pokoknya Pilkades sistem e-Voting harga mati," tegas Suratman, (16/4).

Sebagai informasi,hari ini Kabupaten Magetan menggelar Pilkades serentak di 23 desa se-Kabupaten Magetan, Kamis (9/11). Agenda Pilkades serentak akan kembali digelar tahun 2019 mendatang dengan jumlah 184 desa di Kabupaten Magetan.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
DESA,POLITIK DAN PEMERINTAHAN