Cegah Hama dengan Energi Matahari, Mahasiswa KKN UMG Gelar Sosialisasi dan Implementasi Light Trap Tenaga Surya di Dusun Jeruk Kidul
![]() |
| Foto bersama Kelompok Tani saat Implementasi Program Kerja Light Trap Tenaga Surya di area lahan persawahan (Sumber: Dokumentasi Pribadi) |
WARTAIDN, MOJOKERTO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan sosialisasi sekaligus uji coba implementasi alat perangkap hama bertenaga surya atau light trap bersama Kelompok Tani Dusun Jeruk Kidul, Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, (Rabu, 19/8/26).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja mahasiswa bidang Teknik Industri tersebut berlangsung di kediaman Bapak Imron Syofii selaku ketua kelompok tani serta lahan persawahan Dusun Jeruk Kidul. Sejumlah anggota kelompok tani turut hadir dan mengikuti secara langsung proses pemasangan alat dengan didampingi mahasiswa KKN.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan teknologi pengendalian hama ramah lingkungan yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama. Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan pestisida kimia untuk mengendalikan hama, sehingga alat perangkap hama tenaga surya dicoba diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dan minim dampak lingkungan.
Ketua pelaksana program kerja, Mohammad Wildan Fitriansyah, mengatakan gagasan pembuatan alat tersebut berangkat dari keluhan petani terkait serangan hama malam hari yang selama ini sulit dikendalikan.
"Kami membuat program kerja light trap ini karena serangan hama, terutama pada malam hari, masih menjadi kendala bagi petani. Oleh karena itu, kami mencoba menghadirkan sebuah inovasi alat perangkap hama tenaga surya yang nantinya dapat dilanjutkan dan dikembangkan sendiri oleh kelompok tani," ujar Wildan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada petani mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas pertanian sehari-hari.
"Kami berharap kelompok tani dapat mengetahui bahwa sinar matahari yang berlimpah di sini ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi untuk alat pengendali hama, tanpa perlu bergantung pada listrik maupun pestisida kimia," lanjutnya.
Sosialisasi dan Uji Coba Alat
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan sosialisasi mengenai prinsip kerja light trap. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber daya untuk menyalakan lampu perangkap pada malam hari, yang kemudian menarik hama untuk mendekat dan terperangkap.
Energi matahari yang diserap panel surya pada siang hari disimpan ke dalam baterai atau aki kecil, sehingga lampu perangkap dapat menyala secara otomatis saat kondisi gelap tanpa memerlukan sambungan listrik dari rumah maupun genset.
Setelah pemaparan materi, mahasiswa KKN melanjutkan dengan uji coba pemasangan alat secara langsung di lahan pertanian. Petani diajak untuk memahami tahapan pemasangan, mulai dari penentuan titik lokasi, pengaturan sudut panel surya agar mendapat cahaya optimal, hingga cara perawatan alat secara sederhana.
Mahasiswa KKN mendampingi petani selama proses tersebut sekaligus menjelaskan setiap tahapan pengoperasian alat. Pendampingan dilakukan agar cara kerja dan perawatan alat dapat dipahami dan nantinya memungkinkan untuk dioperasikan secara mandiri oleh petani.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi sederhana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung persoalan pengendalian hama yang dihadapi petani di lapangan.
Berpotensi Dikembangkan Kelompok Tani
Keterlibatan kelompok tani dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya keberlanjutan program. Pengetahuan mengenai prinsip kerja dan pemasangan light trap insect diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dikembangkan dan diperbanyak setelah mahasiswa menyelesaikan program KKN.
Wildan berharap kelompok tani dapat mempelajari cara kerja alat tersebut dan melihat potensi energi surya sebagai solusi jangka panjang untuk pengendalian hama yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Selain menekan penggunaan pestisida kimia, penerapan alat perangkap hama tenaga surya juga dapat menjadi solusi hemat biaya operasional bagi petani, mengingat alat ini tidak membutuhkan bahan bakar maupun listrik dari jaringan PLN. Namun, penerapan yang lebih luas tetap membutuhkan evaluasi berkala terhadap efektivitas alat dalam menekan populasi hama di lahan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Sosialisasi dan implementasi light trap tenaga surya ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kelompok tani untuk mengenal teknologi pengendalian hama berbasis energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Penulis: Mohammad Wildan Fitriansyah
