Polsri Perkenalkan Teknologi Virtual Reality untuk Pembelajaran Budaya di Sekolah Dasar
PALEMBANG – Tim Pengabdian Kerja Sama Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pembelajaran Teknologi Virtual Reality pada Film Dokumenter Situs Batu Megalitikum di Kawasan Pasemah, Sumatera Selatan” di SD Islam Al-Asri Palembang, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 25 orang guru SD Islam Al-Asri Palembang. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan kontekstual.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SD Islam Al-Asri Palembang, Muhammad Amin, S.Pd. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian penyampaian materi mengenai teknologi Virtual Reality serta pemanfaatannya dalam menyajikan film dokumenter tentang situs batu megalitikum di kawasan Pasemah, Sumatera Selatan.
Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Husnawati, M.Kom. Dalam pelaksanaannya, tim mengintegrasikan kompetensi di bidang teknologi informasi, fotografi, film dokumenter, Virtual Reality, dan Augmented Reality untuk memperkenalkan media pembelajaran digital yang dapat membantu guru menyampaikan materi sejarah dan kebudayaan lokal secara lebih menarik.
Anggota dosen dalam kegiatan tersebut terdiri atas Meiyi Darlies, M.Kom., yang memiliki keahlian di bidang fotografi dan dokumenter, serta Arif Prambayun, M.Kom., yang memiliki keahlian di bidang Virtual Reality dan Augmented Reality. Keduanya turut memberikan penjelasan mengenai situs-situs megalitikum di kawasan Pasemah serta proses pemanfaatan teknologi digital untuk menyajikan informasi kebudayaan dalam bentuk film dokumenter berbasis Virtual Reality.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya, yaitu William Mikha Nahupaido dan Beta Suryani. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengabdian karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar Virtual Reality, cara kerja teknologi tersebut, serta peluang penerapannya dalam proses pembelajaran. Teknologi Virtual Reality memungkinkan materi disajikan dalam lingkungan visual yang lebih imersif sehingga pengguna dapat memperoleh pengalaman belajar yang seolah-olah membawa mereka berada secara langsung di lokasi yang ditampilkan.
Dalam konteks pembelajaran sejarah dan kebudayaan, penggunaan film dokumenter berbasis Virtual Reality dapat menjadi alternatif untuk memperkenalkan situs-situs bersejarah yang lokasinya sulit dijangkau secara langsung. Guru dapat memanfaatkan pendekatan tersebut untuk membantu peserta didik memahami bentuk, lingkungan, nilai sejarah, dan kekayaan budaya yang terdapat pada situs batu megalitikum di kawasan Pasemah.
Kawasan Pasemah merupakan salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang memiliki kekayaan tinggalan budaya megalitikum. Melalui penyajian dalam bentuk film dokumenter berbasis teknologi digital, informasi mengenai peninggalan tersebut dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas, termasuk kepada guru dan peserta didik pada jenjang sekolah dasar.
Materi kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya pelestarian dan pengenalan warisan budaya lokal. Kolaborasi antara teknologi Virtual Reality dan film dokumenter diharapkan dapat membantu menghadirkan materi kebudayaan dengan pendekatan yang lebih komunikatif, visual, dan sesuai dengan perkembangan karakteristik pembelajaran pada era digital.
Bagi para guru, pengenalan teknologi ini memberikan gambaran mengenai berbagai kemungkinan pengembangan media pembelajaran. Materi yang sebelumnya hanya disampaikan melalui teks, gambar, atau video konvensional dapat dikembangkan menjadi pengalaman visual yang lebih mendalam. Pendekatan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan perhatian peserta didik sekaligus memperkaya variasi metode pembelajaran di dalam kelas.
Pelaksanaan pengabdian di SD Islam Al-Asri Palembang juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah. Perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia serta kompetensi dalam pengembangan teknologi, sedangkan sekolah memiliki kebutuhan nyata terhadap media dan metode pembelajaran yang terus berkembang. Kerja sama tersebut memungkinkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diterapkan secara langsung sesuai dengan kebutuhan mitra pendidikan.
Bagi Politeknik Negeri Sriwijaya, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program kerja sama dosen dan mahasiswa, pengetahuan serta hasil pengembangan teknologi di lingkungan kampus dapat ditransformasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, mendokumentasikan kegiatan, dan menerapkan teknologi di luar lingkungan laboratorium. Dengan terlibat secara langsung bersama dosen dan mitra sekolah, mahasiswa dapat memahami bahwa pengembangan teknologi perlu disertai dengan kemampuan menyesuaikan produk dan materi dengan karakteristik pengguna.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di lingkungan SD Islam Al-Asri Palembang dan diakhiri dengan dokumentasi bersama antara tim pengabdian Politeknik Negeri Sriwijaya, pihak sekolah, serta para peserta. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan tim dosen, mahasiswa, pimpinan sekolah, dan guru peserta dalam mendukung pelaksanaan program pembelajaran teknologi Virtual Reality.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Politeknik Negeri Sriwijaya berharap pemanfaatan teknologi Virtual Reality dapat semakin dikenal sebagai salah satu alternatif media pembelajaran. Selain mendukung transformasi pembelajaran digital, teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan sejarah serta kebudayaan Sumatera Selatan kepada generasi muda.
