Suhendar, Sosok di Balik Nama Pilopiu dan Buku Untukmu Manusia Favoritku
![]() |
| Foto buku "Untukmu, Manusia Favoritku" (Sumber: Pilopiu) |
WARTAIDN, SUKABUMI - Suhendar, seorang penulis asal Sukabumi yang menggunakan nama pena Pilopiu, dikenal melalui karya-karyanya yang berfokus pada perasaan, cinta, dan dinamika hubungan antarmanusia. Salah satu karya penting dalam perjalanan kepenulisannya adalah buku berjudul "Untukmu Manusia Favoritku."
Bagi Suhendar, menulis lebih dari sekedar menciptakan sebuah karya; ini adalah sarana untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang sering kali sulit diungkapkan secara langsung. Dengan nama pena Pilopiu, Suhendar berhasil membangun hubungan yang dekat dengan pembacanya.
Tema tentang manusia, perasaan, dan cinta menjadi elemen kuat dalam karya-karyanya, selaras dengan identitas media sosialnya, @suaratentangdia, yang menyimpan makna khusus.
"Suaratentangdia" merujuk kepada sosok "dia," yang dalam konteks karyanya diartikan sebagai manusia favoritku. Identitas ini menjadi cara bagi Suhendar untuk memperkenalkan karyanya serta pemikirannya kepada publik melalui platform digital.
Perjalanan Suhendar sebagai penulis didukung oleh latar belakang pendidikannya di Universitas Lingga Buana PGRI Sukabumi. Dari Sukabumi, ia mengembangkan minat dan bakatnya dalam dunia kepenulisan, menghasilkan karya-karya yang dinikmati oleh banyak pembaca. Untukmu Manusia Favoritku menjadi bukti bagaimana pengalaman, perasaan, dan pemikiran dapat diolah menjadi sebuah karya seni. Buku ini juga merupakan bagian dari langkah Suhendar dalam memperkenalkan dirinya sebagai penulis dengan identitas Pilopiu.
Memanfaatkan perkembangan media sosial, Suhendar membangun kedekatan yang lebih erat dengan pembacanya melalui platform digital. Akun TikTok @suaratentangdia memiliki sekitar 1,1 juta pengikut, sementara akun Instagram @suaratentangdiaa memiliki sekitar 188 ribu pengikut.
Besarnya perhatian dari pengguna media sosial menunjukkan bahwa karya dan konten bertema perasaan tetap relevan dan berharga di masyarakat. Suhendar pun semakin dikenal sebagai penulis sekaligus kreator yang mampu memadukan dunia literasi dengan media digital.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa sebuah buku dapat mengambil peran lebih dari sekadar kumpulan tulisan. Bagi Suhendar, buku adalah bagian dari identitas dan cara berhubungan dengan orang lain melalui cerita, kata, dan perasaan.
