Pakar Ungkap Ciri Gangguan Psikopat, Termasuk dari Preferensi Makanan

Ciri Gangguan Psikopat
Warta IDN, Jakarta – Istilah psikopat kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang kejam atau tidak memiliki empati. Namun dalam dunia kesehatan mental, kondisi tersebut sebenarnya lebih dikenal sebagai Antisocial Personality Disorder (ASPD) atau gangguan kepribadian antisosial.
Konselor profesional berlisensi asal Pennsylvania, Eric Patterson, mengatakan masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait istilah psikopat. Menurutnya, penggunaan kata “psiko” juga sering menimbulkan stigma negatif terhadap gangguan kesehatan mental.
Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Antisosial
Mengutip laporan CNBC Indonesia yang merangkum temuan dari Psych Central, terdapat sejumlah tanda umum yang kerap muncul pada individu dengan ASPD.
1. Mengabaikan Hak Orang Lain
Salah satu ciri paling menonjol adalah kecenderungan mengabaikan hak orang lain serta norma sosial yang berlaku di masyarakat. Penderita ASPD dinilai sering melakukan tindakan yang melanggar aturan tanpa merasa bersalah.
Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5), kondisi ini digambarkan sebagai pola perilaku yang terus-menerus mengabaikan hak dan keselamatan orang lain.
2. Manipulatif dan Gemar Berbohong
Orang dengan ASPD juga cenderung manipulatif. Mereka dapat berbohong demi mendapatkan keuntungan pribadi, baik secara finansial maupun emosional.
Tidak jarang perilaku tersebut dilakukan melalui rayuan, pujian berlebihan, hingga manipulasi emosional terhadap orang lain.
3. Mudah Agresif
Meski tidak semua psikopat bersikap kasar secara fisik, individu dengan ASPD umumnya memiliki tingkat agresivitas dan emosi yang tinggi.
Perilaku agresif bisa muncul dalam bentuk kemarahan, ancaman verbal, atau tindakan yang merugikan orang lain.
4. Bertindak Impulsif
Ciri lainnya adalah bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Mereka cenderung mengambil keputusan secara spontan dan berisiko tinggi.
Perilaku impulsif ini juga dikaitkan dengan penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, hingga kecenderungan mengalami kecelakaan atau cedera.
5. Tidak Memiliki Rasa Penyesalan
Penderita ASPD umumnya tidak menunjukkan rasa bersalah setelah menyakiti atau merugikan orang lain. Bahkan, mereka kerap mencari alasan untuk membenarkan tindakannya.
Preferensi Makanan Disebut Berkaitan dengan Kepribadian
Sejumlah penelitian juga mencoba mengaitkan preferensi makanan dengan karakter seseorang. Peneliti dari University of Innsbruck meneliti preferensi rasa terhadap 953 responden di Amerika Serikat.
Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara kesukaan terhadap makanan pahit dengan kecenderungan sifat antisosial, termasuk sadisme dan agresivitas.
Beberapa makanan dan minuman pahit yang disebut dalam penelitian itu antara lain kopi, bir, tonic water, lobak, dan seledri.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa preferensi makanan tidak bisa dijadikan alat diagnosis psikopat atau ASPD. Hubungan tersebut hanya menunjukkan adanya korelasi dalam penelitian perilaku, bukan penyebab langsung.
Sebaliknya, orang dengan karakter yang lebih ramah dan empatik disebut cenderung menyukai makanan manis seperti cokelat dan permen.
Para ahli juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberi label “psikopat” kepada seseorang tanpa diagnosis profesional dari tenaga kesehatan mental.