BREAKING NEWS

Sulap Gudang Jadi Perpustakaan, SDN Karanganyar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak dengan Semangat Gotong Royong


Warta IDN, Sumenep
— SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget, resmi membuka Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PPRAN) pada Selasa, 5 Mei 2026. Peresmian tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan melibatkan guru, komite sekolah, pustakawan, serta orang tua murid.

Hadirnya perpustakaan ramah anak di sekolah tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga sekolah dalam menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Ruang perpustakaan yang kini tampak lebih tertata sebelumnya merupakan gudang sekolah yang kemudian direnovasi bersama.

Kepala SDN Karanganyar, Mohammad Riyono, mengatakan bahwa keterbatasan ruang di sekolah tidak menyurutkan semangat pihak sekolah untuk menghadirkan fasilitas literasi bagi siswa. Menurutnya, program perpustakaan ramah anak menjadi momentum penting untuk membangun budaya baca di lingkungan sekolah.

“Awalnya ruang ini adalah gudang sekolah. Karena ada program perpustakaan ramah anak, guru, komite, dan pihak sekolah bersama-sama merenovasi agar menjadi ruang perpustakaan yang nyaman untuk anak-anak,” ujarnya.

Riyono menjelaskan, lokasi sekolah yang berada di tengah permukiman warga membuat keberadaan perpustakaan cukup strategis. Apalagi jumlah siswa di SDN Karanganyar mencapai lebih dari 200 orang sehingga kebutuhan terhadap ruang baca dan ruang belajar bersama semakin penting.

Ia berharap perpustakaan ramah anak tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar, membaca, dan mengembangkan kreativitas.

“Harapannya perpustakaan ini bisa menjadi ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan minat baca siswa,” tambahnya.

Riyono juga mengapresiasi program PPRAN yang dinilai mampu mendorong keterlibatan banyak pihak dalam pengembangan literasi sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus melanjutkan program tersebut hingga selesai.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Sumenep, Moh Syaiful Bahri, menegaskan bahwa salah satu hal penting dalam program ini adalah keterlibatan orang tua murid dan komite sekolah sejak awal pelaksanaan.

Menurutnya, dengan melibatkan warga sekolah secara aktif, perpustakaan akan tumbuh menjadi ruang bersama yang dirawat dan dikembangkan secara kolektif.

“Yang unik dari program ini adalah keterlibatan orang tua murid dan komite. Artinya, sejak awal perpustakaan ini memang dibangun sebagai milik bersama dan harus dikawal bersama-sama,” katanya.

Lebih jauh, Syaiful Bahri mengajak seluruh elemen sekolah untuk terus memantau dan mendukung keberlangsungan program perpustakaan ramah anak. Ia menekankan bahwa program tersebut hadir demi kepentingan siswa dan penguatan budaya literasi di sekolah.

“Program ini bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk kita, untuk siswa, dan untuk warga sekolah juga,” ungkapnya.

Peresmian perpustakaan kemudian dibuka oleh pendamping lapangan, Imam Bukhori. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan atau menata buku di rak bacaan.

Lebih dari itu, perpustakaan merupakan ruang kreativitas dan ruang belajar yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca, keterampilan, dan pengetahuan mereka.

“Perpustakaan adalah ruang untuk mengasah kemampuan, meningkatkan skill, dan menumbuhkan kemampuan membaca siswa,” ujarnya.

Imam juga menambahkan bahwa setelah perpustakaan dibuka, akan ada berbagai aktivitas literasi seperti membaca nyaring, membaca bersama, dan kegiatan belajar lainnya yang melibatkan siswa secara aktif.

Ia mengaku siap mendampingi sekolah hingga akhir program agar perpustakaan benar-benar hidup dan dimanfaatkan secara optimal oleh siswa maupun warga sekolah.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image