STIE YPUP Makassar Serahkan Kontrak Hibah BIMA 2026 ke Peneliti, Riset Inovatif Siap Dimulai
![]() |
| Penandatanganan kontrak hibah penelitian BIMA 2026 oleh dosen peneliti STIE YPUP Makassar sebagai bentuk komitmen pelaksanaan riset terapan dan pengabdian akademik. |
Warta IDN, Makassar, 13/5/2026 –STIE YPUP Makassar secara resmi menyerahkan kontrak hibah penelitian BIMA Tahun Anggaran 2026 kepada empat dosen penelitinya di Kampus STIE YPUP, Rabu (13/5/2026). Penyerahan ini menjadi langkah awal pelaksanaan riset yang diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi digital dan kewirausahaan, terutama di kawasan timur Indonesia.
Keempat peneliti yang menerima
kontrak tersebut adalah Harry Yulianto, Helmy Syamsuri, Astuty Hasti, dan Muh.
Fuad Randy. Mereka lolos seleksi pada dua skema bergengsi, yakni Penelitian
Dosen Pemula dan Penelitian Fundamental, yang seluruhnya akan didanai oleh
Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui program BIMA 2026.
Ketua LPPM STIE YPUP, Muh. Fuad Randy, menyampaikan bahwa penyerahan kontrak ini merupakan simbol tanggung jawab akademik yang harus dijalankan dengan integritas tinggi.
“Kontrak ini bukan hanya dokumen administratif, tetapi komitmen moral untuk menghasilkan riset yang benar-benar berdampak. Kami di LPPM akan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target dan tepat waktu,” ujarnya.
Harry Yulianto, Ketua STIE YPUP, mengungkapkan antusiasmenya.
“Saya melihat BIMA sebagai kendaraan strategis untuk menghubungkan kampus dengan kebutuhan riil masyarakat. Riset saya akan fokus pada digitalisasi UMKM, karena di situlah letak urat nadi ekonomi kerakyatan kita,” katanya.
Salah satu peneliti, Helmy Syamsuri, mengungkapkan antusiasmenya.
“Kami sudah menyiapkan instrumen riset dan akan segera mengumpulkan data. Mahasiswa akan dilibatkan sebagai asisten peneliti agar ada transfer pengetahuan secara langsung,” katanya.
Sementara itu, Astuty Hasti menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pelaksanaan riset.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Empat riset ini saling melengkapi, dari model bisnis digital, inklusi keuangan, ekonomi syariah maupun ekonomi hijau hingga kebijakan pengembangan UMKM. Harapannya, hasilnya bisa menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah,” ungkapnya.
Penyerahan kontrak ini menandai
dimulainya tahap persiapan, termasuk survei baseline yang direncanakan
berlangsung sepanjang tahun anggaran 2026. Seluruh riset akan melibatkan
mahasiswa sebagai asisten peneliti, sejalan dengan semangat BIMA yang
mengintegrasikan pembelajaran dan riset. Dengan diserahkannya kontrak ini, STIE
YPUP Makassar menegaskan posisinya sebagai kampus yang aktif berkontribusi
dalam riset terapan.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh keempat peneliti, sebagai bentuk komitmen menjunjung etika akademik dan menyelesaikan riset tepat waktu.
“Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi juga menjadi solusi bagi masyarakat,” pungkas Harry Yulianto.
