Refleksi 65 Tahun Gerakan Pramuka Dari Anggota Muda Untuk Anggota Dewasa
Oleh: Fauzan Firdaus
Salam Pramuka,
Selamat ulang tahun untuk gerakan yang banyak dicintai anak muda Indonesia ke-65 tahun.
Sudah setengah abad lebih gerakan ini berdiri sebagai bentuk kaderisasi anak muda Indonesia. Tentu, tidak lupa 65 tahun yang lalu gerakan ini dibentuk sebagai motor pembangunan kepribadian anak bangsa, demi terwujudnya implementasi kode kehormatan Satya dan Darma Gerakan Pramuka sesuai UU Gerakan Pramuka Tahun 2010.
Demi terwujudnya cita-cita tersebut maka anggota muda perlu dibutuhkannya arahan dan bimbingan dari orang tua yang kami sebut sebagai anggota dewasa, hal ini sesuai Pasal 14 UU Gerakan Pramuka Tahun 2010. Tentu dengan jelas, bahwa anggota dewasa adalah mentor, teladan, serta pembimbing bagi anggota muda itu sendiri. Mulai dari sikap, perkataan, hingga pemikiran semuanya adalah contoh untuk anggota muda Gerakan Pramuka.
Pertanyaannya, apakah anggota dewasa hari ini sudah mencontohkan teladan baik bagi anggota mudanya? Tentu sebagian anggota dewasa sudah melakukan hal itu. Namun, hingga hari ini usia 65 tahun Gerakan Pramuka, mayoritas anggota dewasa belum sepenuhnya menjadi contoh teladan baik bagi anggota muda sesuai “SISTEM AMONG” dalam penerapan pendidikan kepramukaan.
Contoh, kini anggota muda melihat anggota dewasa melakukan penyimpangan kuno, mulai dari monetisasi perlengkapan Pramuka, mulai dari badge, TKK, TKU, hingga perlengkapan pendukung pelatihan. Semua diakomodir dalam gugus depannya masing-masing yang dilakukan anggota dewasa untuk keuntungan pribadi.
Kemudian, anggota muda dalam satuan karya atau SAKA dan Dewan Kerja hanya dijadikan pembantu dalam urusan kegiatan instansi dan kwartirnya. Dalam satuan tersebut anggota muda tidak sepenuhnya diberikan ruang gerak kreativitas, inovasi, serta diberikan arahan dan bimbingan, bahkan hingga diabaikan saja oleh anggota dewasa. Padahal, anggota muda seharusnya dibimbing penuh dalam melakukan kreativitas, hingga inovasi sosial sebagai bentuk pendidikan karakter pada anak muda bangsa sesuai rujukan PP Dewan Kerja dan JUKRAN SAKA.
Contoh berikutnya, mengikuti perkembangan zaman tentu perlu ada pendampingan dan bimbingan yang mengikuti zaman. Namun, hari ini, anggota dewasa belum menyesuaikan itu semua, masih terbelenggu dengan cara-cara lama sehingga membuat partisipasi keanggotaan anggota muda menurun. Mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.
Tentu, kami anggota muda juga ingin membangun dan memperkenalkan lebih baik untuk Gerakan Pramuka. Siapa yang tidak bangga jika wadah yang dicintainya tumbuh besar dan berkembang baik, tentu anggota muda sangat bangga jika wadah yang dicintai berkembang lebih besar dan baik lagi. Maka dari itu, tolong bimbing dan arahkan kami sebagai anggota muda.
Tulisan ini diketik sebagai wujud cinta penulis terhadap gerakan yang sangat besar ini, sebagai refleksi Hari Pramuka ke-65 tahun. Semoga gerakan ini menjadi lebih baik, dan terus berkembang.
Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun.
Terima kasih.
Salam hormat dari penulis,
Salam Pramuka
