WARTA BARU

BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Bekasi, Dorong Keselamatan dan Kesehjateraan Nelayan

Foto dokumentasi kegiatan BMKG di Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Bekasi (Sumber: Dokumentasi BMKG)

BEKASI - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Jawa Barat 2026 di Aula Sekolah Al Fudola, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Utama BMKG Guswanto dan ditutup oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda. Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang Selatan Ana Octavia Setiawati, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

SLCN merupakan bagian dari upaya BMKG meningkatkan literasi cuaca dan iklim bagi masyarakat, khususnya nelayan. Melalui kegiatan ini, para nelayan dibekali pemahaman mengenai informasi cuaca maritim serta produk BMKG yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan dan aktivitas penangkapan ikan.

Dalam sambutannya, Guswanto menjelaskan bahwa BMKG secara rutin memproduksi berbagai informasi cuaca maritim, mulai dari prakiraan gelombang dan arus hingga prakiraan angin. Namun, informasi tersebut perlu terus disosialisasikan agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat nelayan.

“BMKG memproduksi informasi cuaca maritim, seperti prakiraan gelombang dan arus serta prakiraan angin. Dengan adanya SLCN ini, kami ingin semakin mensosialisasikan bagaimana produk-produk BMKG dapat dimanfaatkan oleh para nelayan,” ujar Guswanto.

Menurutnya, para peserta SLCN diharapkan tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat menularkan informasi tersebut kepada nelayan lainnya.

Dengan pemanfaatan informasi cuaca dan iklim yang tepat, nelayan diharapkan dapat melaut dengan lebih aman, menentukan waktu melaut secara lebih baik, serta meningkatkan hasil tangkapan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Guswanto, M.Si selaku sekretaris utama BMKG juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Komisi V DPR RI sebagai mitra BMKG dalam pelaksanaan program SLCN. Ia berharap sinergi antara BMKG, Komisi V DPR RI, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutan penutupnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menilai kegiatan SLCN memberikan manfaat langsung bagi para nelayan. Ia mengakui bahwa selama ini penyampaian informasi BMKG belum sepenuhnya optimal menjangkau masyarakat nelayan.

Menurut Saiful Huda, SLCN menjadi salah satu sarana penting untuk mendekatkan informasi BMKG kepada nelayan, termasuk pemanfaatan INAWIS. Melalui pembekalan tersebut, nelayan diharapkan dapat memahami dan menggunakan informasi yang tersedia untuk mendukung aktivitas melaut.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada BMKG karena kegiatan SLCN ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh para nelayan,” ucap Saiful Huda selaku anggota Komisi V DPR RI.

Ia juga mendorong BMKG untuk memperluas pelaksanaan SLCN ke berbagai daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca merupakan langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Dari unsur pemerintah daerah, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum menyampaikan bahwa pelaksanaan SLCN memberikan tambahan wawasan bagi nelayan mengenai informasi dan produk BMKG, terutama yang berkaitan dengan keselamatan saat melaut.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari dan diteruskan kepada nelayan lainnya. Dengan demikian, semakin banyak nelayan yang mampu memanfaatkan informasi cuaca untuk meningkatkan keselamatan sekaligus hasil tangkapan.

Salah satu materi yang dinilai penting bagi nelayan adalah pemanfaatan INAWIS untuk membantu mengetahui informasi mengenai potensi wilayah penangkapan ikan. Pemanfaatan informasi tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan melaut menjadi lebih efektif sehingga nelayan tidak sekadar pergi melaut, tetapi dapat memperoleh hasil tangkapan yang lebih optimal.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berharap kegiatan SLCN dapat terus dilaksanakan di lebih banyak wilayah pesisir Kabupaten Bekasi, khususnya Muara Gembong, yang memiliki masyarakat nelayan cukup banyak dan aktivitas perikanan yang tinggi.

Sementara itu, Nurain, salah seorang nelayan tangkap asal Tarumajaya, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan, sebelum mengikuti SLCN, dirinya belum memahami secara mendalam mengenai informasi cuaca, arus laut, angin, dan gelombang.

“Manfaatnya banyak sekali. Awalnya kami tidak mengetahui banyak tentang cuaca, arus laut, angin, dan gelombang. Di kegiatan SLCN ini kami diajarkan cara membaca informasi tersebut sehingga kami bisa melaut dengan lebih aman dan tenang,” ujar Nurain.

Ia berharap BMKG dapat lebih sering menggelar kegiatan serupa agar para nelayan dapat terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Melalui SLCN, BMKG berharap literasi cuaca dan iklim di kalangan nelayan semakin meningkat. Pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara tepat diharapkan tidak hanya mendukung keselamatan pelayaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan pada akhirnya mewujudkan nelayan yang lebih tangguh, produktif, dan sejahtera.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image