Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi Cegah Stunting
![]() |
| Sosialisasi Pembuatan Bubur Jagung di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. (Dokumentasi pribadi) |
Boyolali, Wartaidn.com – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, menggagas program inovatif berupa pengolahan jagung lokal menjadi bubur jagung bergizi. Program ini lahir dari hasil observasi potensi dan permasalahan desa, di mana jagung menjadi hasil panen melimpah namun selama ini hanya dijual mentah tanpa nilai tambah, sementara desa masih menghadapi risiko stunting pada balita.
Desa Blumbang sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil jagung di Kecamatan Klego. Namun, hasil panen warga selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk jagung mentah atau pakan ternak, sehingga nilai jualnya relatif rendah. Di sisi lain, sebagian keluarga di desa ini masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi anak, khususnya balita, yang berisiko terdampak stunting jika asupan makanan bergizi tidak tercukupi. Dua persoalan inilah yang menjadi titik tolak mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi berupa olahan bubur jagung.
Berangkat dari temuan tersebut, dua mahasiswa dari rumpun akuntansi menyusun kajian yang saling melengkapi. Mahasiswa dari prodi Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi menyusun analisis SWOT usaha bubur jagung. Hasilnya, produk ini dinilai punya kekuatan berupa bahan baku melimpah, modal kecil, proses produksi sederhana, dan rasa khas yang digemari. Di sisi lain, produk ini juga masih menghadapi kelemahan seperti daya tahan produk yang pendek, belum adanya kemasan atau merek dagang, serta pemasaran yang masih terbatas.
Dari sisi peluang, analisis tersebut menyebutkan bahwa belum ada pesaing sejenis di desa, permintaan sarapan murah cukup tinggi, serta potensi pasar dari kegiatan pemberian makanan tambahan di posyandu. Produk ini juga dinilai berpotensi dikembangkan menjadi usaha kelompok PKK. Sementara itu, ancaman yang perlu diantisipasi antara lain kemungkinan munculnya pesaing baru, kenaikan harga bahan baku, dan perubahan selera konsumen.
Sementara itu, mahasiswa dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis menghitung Harga Pokok Produksi dan Break Even Point produk tersebut. Harga Pokok Produksi dihitung dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk hingga siap jual, mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead produksi. Perhitungan ini penting agar warga dapat menentukan harga jual yang tepat, sekaligus mengetahui titik impas usaha atau kondisi ketika usaha tidak untung maupun rugi, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan sejak awal.
Kedua hasil kajian ini kemudian diperkenalkan kepada warga dalam Sosialisasi Pembuatan Bubur Jagung sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga sekaligus Pemberdayaan Perempuan melalui Pemanfaatan Potensi Lokal. Kegiatan ini berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Desa Blumbang, dengan mengundang kader dan anggota PKK setempat. Dalam sosialisasi ini, warga tidak hanya diperkenalkan pada cara pembuatan bubur jagung, tetapi juga diajak memahami dasar perhitungan usaha sederhana agar produk ini bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber penghasilan tambahan.
Antusiasme tampak dari para kader dan ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan ini. Mereka menilai program bubur jagung ini bermanfaat karena bahan bakunya mudah didapat, cara pembuatannya sederhana, dan berpotensi menjadi ide usaha baru yang bisa dijalankan dari rumah.
Program ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals, yakni SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pencegahan stunting, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera lewat peningkatan gizi keluarga, SDG 5 Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan ekonomi perempuan, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi lewat pembukaan peluang usaha baru bagi warga desa.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. techn. Ir. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T. Melalui program ini, mahasiswa berharap potensi jagung lokal yang selama ini kurang bernilai ekonomi dapat diolah menjadi produk yang lebih menguntungkan bagi warga, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan gizi keluarga di desa tersebut.
Penulis: Rahma Aulia Zahra prodi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
