AI Masuk Kebun Durian: UPN Veteran Jatim Bantu ALLENA Farm Kenali Varietas Lewat Citra Daun
![]() |
| Tim UPN Veteran Jatim bersama pengelola ALLENA Farm menerapkan teknologi AI untuk identifikasi varietas durian. |
LAMONGAN – Teknologi kecerdasan buatan kini mulai mengambil peran dalam pengelolaan perkebunan durian. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghilirkan teknologi computer vision untuk membantu Agrowisata ALLENA Farm, Lamongan, mengenali varietas durian berdasarkan citra daun.
Program
bertajuk “Hilirisasi Riset Computer Vision untuk Identifikasi Varietas
Durian Berbasis Citra Daun pada Agrowisata ALLENA Farm” ini dilaksanakan
melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Internal Implementasi Hasil Riset
(IMRIS) tahun 2026. Kegiatan tersebut diketuai oleh Made Hanindia Prami
Swari, dengan anggota Fatchur Rozci dan Citra Nurina Prabiantissa,
serta melibatkan mahasiswa dalam proses pengembangan dan penerapan teknologi.
Inovasi
ini menjawab salah satu tantangan yang dihadapi pengelola kebun durian, yakni
sulitnya membedakan varietas tanaman ketika masih berada pada fase vegetatif.
Selama ini, proses identifikasi banyak bergantung pada pengalaman pengelola dan
pengamatan karakter fisik secara manual. Kondisi tersebut berpotensi
menimbulkan kekeliruan dalam pencatatan, penanaman, pelabelan, maupun penjualan
bibit.
Melalui
sistem yang dikembangkan, pengguna cukup memotret daun durian menggunakan
kamera ponsel, kemudian mengunggah citra tersebut ke aplikasi berbasis web.
Citra akan diproses oleh model Convolutional Neural Network atau CNN
untuk mengenali pola visual daun dan memprediksi varietas durian. Sistem
selanjutnya menampilkan nama varietas, tingkat keyakinan atau confidence
score, serta informasi pendukung mengenai varietas yang teridentifikasi.
Ketua
tim, Made Hanindia Prami Swari, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti
pada pengembangan model kecerdasan buatan. Teknologi tersebut diarahkan menjadi
sistem yang dapat digunakan secara langsung oleh mitra dalam kegiatan
operasional kebun.
“Fokus
utama program ini adalah membawa hasil riset keluar dari lingkungan laboratorium
agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Model computer vision yang
dikembangkan diintegrasikan dengan aplikasi web, basis data varietas, dan
dashboard pengelolaan sehingga lebih mudah digunakan oleh pengelola ALLENA
Farm,” ujarnya.
Pengembangan
sistem didukung oleh pengumpulan dataset citra daun durian dalam berbagai
kondisi pencahayaan, termasuk pengambilan gambar pada siang dan malam hari.
Variasi data tersebut diperlukan agar model mampu mengenali karakter daun
secara lebih konsisten ketika diterapkan di lingkungan kebun yang sebenarnya.
Selain
fitur identifikasi varietas, aplikasi dilengkapi dengan riwayat pemeriksaan,
pengelolaan data tanaman, serta informasi edukatif mengenai karakteristik
varietas durian. Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya mendukung
pengelolaan kebun, tetapi juga memperkuat fungsi ALLENA Farm sebagai destinasi
agrowisata edukatif.
Pemilik
ALLENA Farm, Surya Afandi, menyambut baik penerapan teknologi tersebut.
Menurutnya, digitalisasi dapat membantu pengelola melakukan pencatatan varietas
secara lebih terstruktur sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi
pengunjung dan calon pembeli bibit.
“Teknologi
ini diharapkan dapat membantu kami mengenali dan mendokumentasikan varietas
durian dengan lebih cepat. Informasi yang tersimpan secara digital juga akan
memudahkan pengelolaan kebun dan penyampaian informasi kepada pengunjung,”
ungkapnya.
Penerapan
sistem dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pengumpulan
citra daun, pelatihan dan pengujian model, pengembangan aplikasi, validasi
lapangan, serta pendampingan kepada pengelola. Tim juga menyiapkan modul
penggunaan dan standar operasional prosedur agar teknologi dapat dioperasikan
secara mandiri setelah program berakhir.
Melalui
kegiatan ini, tim menargetkan tersedianya prototipe siap diterapkan pada
tingkat kesiapterapan teknologi atau TKT 6, peningkatan efisiensi proses
identifikasi, serta terbentuknya basis data varietas durian yang lebih tertata.
Program ini juga menghasilkan luaran berupa hak kekayaan intelektual, publikasi
ilmiah, modul, SOP, video kegiatan, dan media edukasi.
Kolaborasi
antara perguruan tinggi dan ALLENA Farm tersebut menjadi contoh penerapan
kecerdasan buatan pada sektor pertanian yang berangkat dari kebutuhan nyata
mitra. Kehadiran teknologi identifikasi berbasis citra daun diharapkan dapat
meningkatkan akurasi pengelolaan varietas, memperkuat kepercayaan konsumen,
serta mendukung pengembangan agrowisata durian berbasis teknologi di Kabupaten
Lamongan.
Bagi UPN “Veteran” Jawa Timur, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa hasil riset computer vision dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung. Sementara bagi ALLENA Farm, sistem tersebut menjadi langkah awal menuju pengelolaan kebun durian yang lebih modern, informatif, dan berbasis data.
