Pembuatan 15 Logo Untuk UMKM Kerupuk Kamang, Mahasiswa KKN BANTU Identitas Usaha di Koto Tangah
| Produk dan desain logo kerupuk Kamang hasil program mahasiswa KKN Universitas Andalas yang siap digunakan untuk mendukung branding dan promosi UMKM di Nagari Koto Tangah, Agam. |
Koto
Tangah, Agam – Sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk Kamang di Nagari Koto Tangah, Kecamatan
Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, kini memiliki identitas usaha berbentuk logo
setelah mengikuti program pembuatan desain produk yang digagas oleh mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas, Koto Tangah Tilatang
Kamang. Program yang berlangsung pada 7-8 Juli 2026 ini bertujuan untuk
memperkuat branding produk lokal sekaligus mendukung promosi pada Festival
Nagari yang digelar di daerah tersebut.
Mahasiswa
KKN di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam,
melaksanakan program pembuatan logo dan desain produk bagi 15 UMKM kerupuk
Kamang pada 7-8 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan identitas
usaha yang profesional sekaligus mendukung promosi produk dalam ajang Festival
Nagari.
Program
ini diawali dengan survei lapangan yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing
Lapangan dan mahasiswa KKN terhadap para perajin kerupuk Kamang di Koto Tangah.
Dalam survei tersebut, mahasiswa menggali informasi dasar yang diperlukan untuk
perancangan logo, seperti nama usaha dan nomor telepon pemilik. Data ini
kemudian menjadi fondasi dalam proses kreatif pembuatan desain.
"Kami
ingin memastikan bahwa logo yang dibuat benar-benar sesuai dengan karakter
usaha mereka. Makanya kami survei dulu, tanya nama usahanya, kontaknya, dan
sedikit tentang produk yang dijual," ujar Zhafirah Fauziyyah Amalia,
koordinator program, ketika ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (8/7).
Setelah
data terkumpul, mahasiswa langsung merancang desain logo yang disesuaikan
dengan masing-masing usaha. Proses ini melibatkan diskusi internal tim KKN
untuk memastikan setiap logo memiliki ciri khas tersendiri dan tidak
menggunakan template yang sama. Dalam perancangannya, mahasiswa mengutamakan
elemen visual yang mencerminkan produk kerupuk Kamang, seperti bentuk, warna,
dan nuansa lokal yang khas.
Logo
yang telah selesai dirancang kemudian dicetak dalam bentuk stiker dan bahan
cetak lainnya yang siap dipasang di tempat usaha atau kemasan produk. Pada hari
kedua, 8 Juli 2026, mahasiswa menyerahkan langsung hasil desain tersebut kepada
para pelaku UMKM di Koto Tangah.
Kehadiran
logo ini ternyata langsung dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM. Saat Festival
Nagari berlangsung, logo-logo tersebut dipasang di stan penjualan kerupuk
Kamang sebagai bagian dari promosi. Hal ini membuat produk terlihat lebih
profesional dan menarik perhatian pengunjung.
Menurut
mahasiswa KKN, program ini memberikan dampak positif, terutama dalam hal
identitas usaha dan promosi. Dengan adanya logo, 15 UMKM tersebut kini memiliki
"wajah" yang lebih profesional di mata konsumen. Selain itu, logo ini
juga berfungsi sebagai alat pemasaran yang efektif, baik di pasar lokal maupun
melalui media sosial.
Namun,
mahasiswa juga menyadari bahwa cakupan program masih terbatas. Masih banyak
UMKM lain di Koto Tangah yang belum terjangkau karena keterbatasan waktu. Ke
depannya, mereka berharap program serupa bisa mencakup lebih banyak pelaku
usaha dengan durasi pelaksanaan yang lebih panjang agar hasil desain lebih
maksimal.
"Kami
sadar dua hari itu sangat singkat. Seharusnya butuh waktu lebih lama agar
survei dan proses desain bisa lebih mendalam. Semoga ke depan ada program
lanjutan," tambah Laila Fitri.
Program pembuatan logo ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN mahasiswa di Nagari Koto Tangah. Meskipun hanya berlangsung dua hari, antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak usaha di daerah tersebut. Dengan identitas visual yang sudah terbentuk, para pelaku UMKM kini lebih percaya diri dalam memasarkan produk kerupuk Kamang, baik di tingkat nagari maupun di luar Kabupaten Agam.