WARTA BARU

Living Lab Sekanak Connect Tampilkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis AI di EXPO 2026 POLSRI

Living Lab Sekanak Connect memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam EXPO 2026 Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) di Palembang, 20–21 Oktober 2026.

PALEMBANG – Living Lab Sekanak Connect turut berpartisipasi dalam EXPO 2026 Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) yang mengusung tema “Dari Kampus untuk Teknologi Berdampak”, pada 20–21 Oktober 2026 di Graha Pendidikan, Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Dalam kegiatan ini, Living Lab Sekanak Connect memperkenalkan sejumlah inovasi penelitian yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan / AI, sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi risiko banjir.

EXPO 2026 POLSRI menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan oleh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, berbagai inovasi perguruan tinggi diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam menjawab tantangan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Pada stan Living Lab Sekanak Connect, pengunjung dapat mengenal tiga inovasi yang dikembangkan, yaitu aplikasi Waste for Rewards, Smart Littering Detector, Waste to Fuel. Ketiga inovasi tersebut merepresentasikan pendekatan yang mengintegrasikan perubahan perilaku masyarakat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang sehat.

Pada stan pameran EXPO, inovasi ini diperkenalkan melalui media informasi berupa X-banner serta perangkat kamera pengawas atau CCTV yang dilengkapi fitur AI. Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan kondisi lingkungan sungai dan membantu mengidentifikasi aktivitas pembuangan sampah yang berpotensi mengganggu aliran air.

Penelitian Living Lab Sekanak Connect diketuai oleh Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., dengan tim peneliti yang terdiri atas Dr. Ade Silvia Handayani, S.T., M.T.; Dr. Selamat Muslimin, S.T., M.Kom.; Ahmad Syapawi, S.T., M.T.; Tahdid, S.T., M.T.; Husnawati, S.Kom., M.Kom.; dan Welan Mauli Angguna, S.Psi., M.Si dari Politeknik Negeri Sriwijaya.

Living Lab Sekanak Connect merupakan bagian dari penerapan konsep living lab yang sejalan dengan Program Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi). Program ini diinisiasi oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program Bestari Saintek bertujuan menjembatani hasil riset perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan secara langsung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui konsep living lab, program ini mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat untuk mengembangkan solusi berbasis sains dan teknologi sekaligus meningkatkan ekonomi berbasis sains dan teknologi.

Partisipasi Living Lab Sekanak Connect dalam EXPO 2026 POLSRI menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan inovasi kepada masyarakat sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan solusi terhadap persoalan lingkungan. Pameran ini juga memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif.

Selanjutnya, pengembangan inovasi tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui pengujian, evaluasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan mengintegrasikan edukasi masyarakat, perubahan perilaku, serta teknologi deteksi dan pemantauan, Living Lab Sekanak Connect berupaya mendukung pengelolaan lingkungan sungai yang lebih baik dan memperkuat upaya mitigasi banjir secara berkelanjutan.

Melalui semangat “Dari Kampus untuk Teknologi Berdampak”, keikutsertaan Living Lab Sekanak Connect dalam EXPO 2026 POLSRI menjadi salah satu wujud kontribusi penelitian perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan perkotaan.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image