Anak Hebat Cinta Bumi, Kolaborasi Ibu Profesional, THSN Indonesia, dan Generali Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Jakarta Timur, 22 Juli 2026 — Di tengah semakin besarnya tantangan pengelolaan sampah di Jakarta, puluhan tangan mungil berlumur cat warna-warni menjadi simbol lahirnya harapan baru. Tepat pada peringatan Hari Anak Nasional 2026, Ibu Profesional berkolaborasi dengan The Human Safety Net (THSN) Indonesia dan Generali Indonesia menghadirkan perayaan bertema "Anak Hebat Cinta Bumi" di RPTRA Bunga Rampai, Malaka, Jakarta Timur. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan ruang belajar yang menyenangkan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
Sebanyak 50 anak dari delapan PAUD dan TK di sekitar RPTRA Bunga Rampai mengikuti kegiatan ini bersama 12 guru, 25 volunteer Ibu Profesional, serta 31 relawan internal Generali Indonesia. Hadir pula Rebecca Tan (President Director & CEO Generali) , Jutany Japit (Director, CAO), Jong Wie Siu (Chief Product Management & Marketing Officer), Inisiator dan Founder Ibu Profesional Dodik Mariyanto dan Septi Peni Wulandani.
Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan suasana penuh semangat melalui dance bersama para volunteer Ibu Profesional, THSN Indonesia, dan Generali Indonesia. Mengenakan kostum buah-buahan yang ceria, mereka mengajak seluruh anak, bapak dan ibu guru, serta para tamu menari bersama mengikuti lagu "Anak Hebat". Tawa dan antusiasme anak-anak langsung memenuhi area RPTRA, menciptakan suasana hangat yang menggambarkan semangat Hari Anak Nasional.
Dalam sambutannya, Rebecca Tan, menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Generali ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak Indonesia, tidak hanya melalui perlindungan, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Sebagai simbol kepedulian tersebut, Generali menyerahkan tanda mata kepada perwakilan peserta anak-anak.
Memasuki sesi utama, anak-anak mengikuti Recycle Art Project, sebuah aktivitas kreatif yang mengubah barang bekas menjadi karya bernilai. Mereka bebas memilih lima aktivitas, yaitu membuat celengan dari toples bekas, hiasan dinding dari tutup botol, lukisan berbahan tutup botol, wadah pensil dari botol plastik bekas, serta ecoprint. Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna jika diolah dengan kreativitas.
Keceriaan berlanjut melalui tiga pos permainan edukatif. Pada pos pertama, anak-anak belajar memilah sampah organik dan anorganik melalui permainan engklek yang melatih motorik. Pos kedua menghadirkan sesi read aloud, di mana fasilitator membacakan cerita tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenalkan konsep membedakan kebutuhan dan keinginan. Sementara di pos ketiga, anak-anak mengikuti permainan Earth Saver Coin, mencari barang bekas untuk disetorkan ke bank sampah mini. Setiap barang yang berhasil dikumpulkan ditukar dengan koin, yang kemudian dapat ditukarkan menjadi hadiah atau ditabung ke dalam celengan bersama.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta berkumpul mengikuti Janji Anak Hebat. Bersama-sama mereka berkomitmen menjadi anak yang gemar belajar, membuang sampah pada tempatnya, mencintai bumi, dan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia. Janji tersebut kemudian diabadikan melalui cap tangan warna-warni menggunakan cat ramah lingkungan pada spanduk acara sebagai simbol komitmen mereka menjaga bumi.
Suasana haru sekaligus bahagia terasa saat anak-anak membagikan kesan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mengaku senang bisa bermain, berkarya, sekaligus memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka. Tidak hanya peserta, warga sekitar dan pengelola RPTRA Bunga Rampai juga menyampaikan rasa bahagia karena untuk pertama kalinya kawasan tersebut menjadi lokasi kegiatan edukatif berskala kolaborasi yang digagas oleh pihak luar dan melibatkan masyarakat sekitar secara aktif. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus hadir sehingga semakin banyak anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan di lingkungan tempat tinggalnya.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran volunteer Ibu Profesional. Sejak tahap persiapan, para volunteer terlibat penuh mulai dari menentukan lokasi, berkoordinasi dengan delapan PAUD dan TK peserta, menyusun konsep pembelajaran, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pemilihan tema pemilahan sampah juga memiliki relevansi kuat dengan kebijakan terbaru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mulai 1 Agustus 2026, seluruh warga Jakarta diwajibkan memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori, yaitu organik, anorganik, B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta residu. Sampah non-residu yang belum dipilah tidak akan diangkut, dan pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan kebiasaan memilah sampah sejak dini sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Berdasarkan tema Hari Anak Nasional 2026, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan mereka. Edukasi lingkungan yang dimulai sejak usia dini menjadi salah satu investasi penting dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.
Kolaborasi antara Ibu Profesional, THSN Indonesia, dan Generali Indonesia membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang menyenangkan. Ketika anak-anak diajak bermain, berkarya, dan belajar bersama, mereka bukan hanya menciptakan kerajinan dari barang bekas, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik yang akan tumbuh menjadi budaya menjaga bumi di masa depan.
