PPG FITK UIN Sunan Kalijaga Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Seminar Nasional Alumni
![]() |
| Seminar Nasional Penguatan dan Pembekalan Alumni PPG FITK UIN Sunan Kalijaga berlangsung daring diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, Foto: Dok. PPG FITK UIN Sunan Kalijaga. |
Warta IDN, Yogyakarta (UIN Sunan Kalijaga) – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional Penguatan dan Pembekalan Alumni PPG bertajuk “Arah Kebijakan Peningkatan Kompetensi Guru Profesional”, Jumat (17/7/2026) pukul 13.00 WIB.
Seminar tersebut menghadirkan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Fesal Musaad, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh para alumni Program Pendidikan Profesi Guru LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Ketua Program Studi PPG FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.I.
Dalam pengantar kegiatan, Rohmatun menegaskan bahwa kelulusan dari Program PPG bukanlah akhir dari proses belajar dan pengembangan diri seorang guru. Sertifikat pendidik, menurutnya, merupakan salah satu fondasi profesionalisme, sementara peningkatan kompetensi harus terus dilakukan sepanjang hayat.
“Guru profesional tidak cukup hanya memiliki sertifikat pendidik. Guru profesional juga harus terus mengembangkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk terus menjaga hubungan dengan para alumni PPG. Hubungan antara LPTK dan alumni diharapkan tidak berhenti setelah proses pendidikan selesai, tetapi terus berlanjut melalui silaturahmi, penguatan jejaring, komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Dr. Fesal Musaad menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Profesionalisme guru tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan bagi peserta didik.
Guru diharapkan mampu mengembangkan empat kekuatan utama, yaitu daya pikir, daya fisik, daya hati, dan daya hidup. Daya pikir berkaitan dengan kemampuan mengembangkan kreativitas, inovasi, dan berpikir kritis. Daya fisik berkaitan dengan kesehatan dan kesiapan jasmani. Daya hati tercermin dalam kepribadian serta kecerdasan emosional, sedangkan daya hidup berkaitan dengan kemampuan guru menjadi sosok yang dinantikan dan dirindukan kehadirannya oleh peserta didik.
“Guru perlu memikirkan apa yang dapat dilakukan peserta didik setelah mendapatkan pembelajaran dan dampak positif apa yang mereka peroleh setelah mendapatkan pendidikan,” jelas Dr. Fesal.
Selain membahas penguatan profesionalisme, seminar tersebut juga mengangkat sejumlah isu strategis terkait pengembangan guru madrasah. Di antaranya adalah pentingnya perlindungan guru melalui BPJS Ketenagakerjaan dan perlindungan hukum, pengembangan MOOC Kemenag Pintar untuk Guru Madrasah, serta penguatan PKB Digital sebagai sarana pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Dr. Fesal juga menyampaikan perkembangan kebijakan terkait penguatan karier guru madrasah, termasuk upaya afirmasi pengangkatan guru honorer menjadi PPPK melalui koordinasi dan kolaborasi lintas kementerian. Selain itu, para alumni PPG mendapatkan informasi mengenai perkembangan program PPG pada tahun 2026 serta rencana pengembangan platform integrasi di LPTK bagi alumni PPG.
Seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para alumni PPG memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung mengenai berbagai persoalan dan kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi serta profesionalisme guru.
Melalui kegiatan ini, LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap para alumni PPG semakin termotivasi untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi peserta didik, madrasah, dan kemajuan pendidikan Indonesia.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjadi guru profesional bukanlah titik akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
