WARTA BARU

Rakkison JeVe: Perjalanan Profil, Karier, dan Kisah Inspiratif Streamer Indonesia

Rakkison JeVe menunjukkan Silver Play Button YouTube usai menembus ratusan ribu pelanggan. (Sumber foto: Instagram/Rakkison JeVe)

PANGKAL PINANG – Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu diawali dengan kemudahan. Hal itulah yang tergambar dari kisah Jason Valeryan, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Rakkison JeVe, seorang kreator konten dan streamer asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Berangkat dari keterbatasan ekonomi, ia berhasil membangun karier di dunia digital hingga memiliki ratusan ribu pengikut di berbagai platform media sosial.

Nama panggung Rakkison JeVe bukan dipilih tanpa makna. Rakkison menjelaskan bahwa kata "Rakki" diambil dari bahasa Jepang yang berarti beruntung atau hoki, sedangkan "JeVe" merupakan singkatan dari nama lengkapnya, Jason Valeryan. Baginya, nama tersebut mencerminkan perjalanan hidup yang penuh keberuntungan meski tidak selalu berjalan mulus.

Sebagai anak pertama dalam keluarganya, Rakkison memiliki seorang adik. Namun, ia memilih untuk tidak banyak membagikan kehidupan pribadinya kepada publik. Menurutnya, keluarga merupakan bagian dari kehidupannya yang ingin tetap dijaga privasinya, sehingga informasi mengenai orang tua maupun anggota keluarganya tidak banyak diketahui oleh penggemarnya.

Sebelum dikenal sebagai streamer, Rakkison sempat menghadapi kenyataan hidup yang tidak mudah. Setelah lulus dari bangku sekolah menengah atas, ia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan bukan dari kalangan berada, sehingga harus segera mencari pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam perjalanan kariernya, Rakkison pernah bekerja sebagai sales lapangan sekaligus telemarketing di salah satu bank besar di Jakarta. Di sela-sela menunggu peluang pekerjaan yang lebih baik, ia mulai mencoba membuat konten dan melakukan siaran langsung atau live streaming hanya sebagai kegiatan iseng untuk mengisi waktu luang.

Ketika ditanya apakah dirinya percaya dengan proses yang telah membawanya ke titik saat ini, Rakkison mengaku justru tidak menyangka bisa mencapai pencapaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya memang terinspirasi oleh salah satu streamer ternama Indonesia, Windah Basudara. Namun, ia tidak pernah membayangkan dapat mengikuti jejak idolanya ataupun memperoleh perhatian publik sebesar sekarang.

Meski demikian, Rakkison mengaku selalu bersyukur atas setiap perjalanan hidup yang dijalaninya. Ia menyadari bahwa kehidupannya tidak selalu dipenuhi keberuntungan karena pernah merasakan berbagai kesulitan dan kesedihan. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Perjalanan karier digital Rakkison juga tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kanal YouTube pertamanya yang telah berhasil mengumpulkan sekitar 200 ribu subscriber sempat hilang. Kondisi tersebut menjadi pukulan besar karena hasil kerja keras yang dibangun selama bertahun-tahun lenyap begitu saja.

Alih-alih berhenti berkarya, Rakkison memilih bangkit dan membangun kembali kanal YouTube baru dari awal. Berkat konsistensi dalam membuat konten dan melakukan live streaming, kanal barunya kini berhasil melampaui pencapaian sebelumnya dengan mengumpulkan sekitar 220 ribu subscriber. Sementara itu, akun TikTok miliknya juga terus berkembang dan telah memiliki sekitar 35 ribu pengikut hingga saat ini.

Kisah Rakkison JeVe menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi, kegagalan, maupun kehilangan pencapaian bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Dengan konsistensi, rasa syukur, dan keberanian untuk memulai kembali dari nol, ia berhasil membuktikan bahwa mimpi dapat diwujudkan melalui proses panjang, kerja keras, dan tekad untuk terus berkembang di industri kreatif digital.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image