WARTA BARU

KKN UNS 222 Ajak Ibu PKK dan Pelaku UMKM Desa Sugihan Bijak Kelola Keuangan

Dokumentasi kegiatan KKN UNS 222 ajak ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Sugihan bijak kelola keuangan (Sunber: Dokumentasi Pribadi)

Kabupaten Semarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS 222) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Bijak Mengelola Keuangan dan Mewujudkan Keluarga Sejahtera" pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kemasyarakatan Kalikendel, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Sugihan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha secara bijak dan terencana. Kemampuan dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang perlu menentukan prioritas kebutuhan sekaligus menjaga kestabilan keuangan keluarga maupun usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Zainal Fadhillah Pratama, S.Kom. selaku pemateri memberikan pemahaman mengenai cara sederhana dalam mengatur keuangan rumah tangga. Peserta diajak memahami pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, menyusun anggaran, serta membiasakan diri melakukan pencatatan keuangan secara rutin.

Tidak hanya menggunakan metode konvensional, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu dalam pengelolaan keuangan. Peserta dikenalkan dengan penggunaan Meta AI yang tersedia di WhatsApp untuk membantu menyusun rencana anggaran dan pencatatan keuangan secara lebih praktis. Pemanfaatan teknologi yang dekat dengan keseharian masyarakat tersebut diharapkan dapat membuat proses perencanaan keuangan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Selain menggunakan teknologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan secara manual menggunakan buku. Melalui metode sederhana ini, peserta dapat mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin sehingga kondisi keuangan rumah tangga maupun usaha dapat diketahui dengan lebih jelas. Pencatatan tersebut juga dapat membantu peserta mengevaluasi pengeluaran dan menentukan kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

"Mengelola keuangan tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Hal sederhana seperti membiasakan diri mencatat pemasukan dan pengeluaran sudah menjadi langkah yang baik. Teknologi seperti Meta AI juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi yang paling penting adalah konsistensi dalam mengatur dan mencatat keuangan," ujar Zainal Fadhillah Pratama, S.Kom.

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Penyampaian materi yang dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari membuat pembahasan mengenai pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah dipahami. Peserta juga memperoleh wawasan baru bahwa teknologi yang selama ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti WhatsApp, dapat dimanfaatkan lebih jauh sebagai sarana pendukung dalam merencanakan dan mengelola keuangan.

Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencatatan keuangan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menentukan prioritas pengeluaran. Bagi pelaku UMKM, kebiasaan melakukan pencatatan keuangan juga diharapkan dapat membantu memisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha. Dengan demikian, kondisi serta perkembangan usaha dapat dipantau dengan lebih teratur.

Melalui kegiatan "Bijak Mengelola Keuangan dan Mewujudkan Keluarga Sejahtera", mahasiswa KKN UNS 222 Desa Sugihan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana dalam merencanakan, mencatat, dan mengevaluasi keuangan diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan terencana.

Pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan pencatatan manual menjadi salah satu upaya KKN UNS 222 Desa Sugihan dalam menghadirkan edukasi yang praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pengelolaan keuangan yang semakin tertib dan terencana, masyarakat diharapkan mampu membangun kondisi keuangan rumah tangga maupun usaha yang lebih sehat sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image