WARTA BARU

Tertawa Bersama, Bertumbuh Bersama: Board Game Land Ciptakan Momen Berkualitas bagi Keluarga di Sekolah Semut-Semut

Peserta Board Game Land dari kalangan orang tua dan anak mengikuti sesi pembukaan dengan penuh antusias di Sekolah Semut-Semut, Depok, Minggu (19/7/2026).

Warta IDN, Depok, 19 Juli 2026 – Di tengah kesibukan orang tua dan derasnya arus gawai yang semakin menyita waktu keluarga, bermain bersama menjadi momen sederhana yang justru memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak. Semangat itulah yang dihadirkan dalam Board Game Land, hasil kolaborasi Sekolah Semut-Semut dan "A" Home Team, yang sukses mempertemukan 43 keluarga murid jenjang TK dan SD dalam sebuah pengalaman belajar yang penuh tawa, kedekatan, dan makna pada Minggu (19/7).

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Founder Sekolah Semut-Semut, Ibu Arvi, yang mengajak seluruh keluarga untuk menikmati proses belajar melalui permainan. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pembukaan yang dipandu Yani-Tim Boardgameland melalui permainan kelompok besar. Anak dan orang tua saling berpelukan, bergendongan, bergerak bersama, dan memenuhi area kegiatan dengan tawa yang pecah hampir tanpa henti.

Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta menari bersama di area bawah jembatan pohon yang menjadi ikon Sekolah Semut-Semut. Momen lucu pun terjadi saat maskot Beebo sempat tersangkut di salah satu pengait jembatan, mengundang gelak tawa seluruh peserta dan menjadi salah satu kenangan yang paling banyak dibicarakan sepanjang acara.

Puncak keseruan hadir saat seluruh keluarga memasuki 10 pos permainan Board Game Land. Selama 120 menit tanpa jeda, peserta berpindah dari satu pos ke pos lainnya. Menariknya, meskipun bermain selama dua jam penuh, hampir tidak terlihat wajah-wajah lelah. Sebaliknya, energi peserta justru terus bertambah. Anak-anak berlari penuh semangat menuju pos berikutnya, sementara para orang tua larut dalam permainan hingga lupa dengan rutinitas sehari-hari. Banyak yang bahkan berharap waktu bermain dapat diperpanjang karena merasa dua jam berlalu begitu cepat.

Sepuluh pos permainan yang disiapkan terdiri atas Hayoo, Memory Chess, Takayo, Uno Stacko, Huhah, Spot It, Yuhuu, Face Caging, Magnet Chess, dan Ular Tangga Raksasa. Setiap pos menawarkan tantangan yang berbeda, mulai dari mengasah strategi, ketelitian, komunikasi, koordinasi gerak, hingga kekompakan keluarga. Tidak ada peserta yang sekadar menjadi penonton. Semua anggota keluarga, baik anak maupun orang tua, terlibat aktif untuk berpikir, bergerak, berdiskusi, saling menyemangati, bahkan saling menghibur ketika menghadapi tantangan dalam permainan.

Di setiap sudut arena terdengar sorak kemenangan, tawa lepas, tepuk tangan, dan teriakan penyemangat. Anak-anak terlihat bangga ketika berhasil menyelesaikan tantangan, sementara para orang tua menikmati kesempatan langka untuk kembali bermain seperti masa kecil mereka. Batas antara belajar dan bermain seolah menghilang. Tanpa disadari, setiap permainan menjadi media untuk melatih komunikasi, membangun kepercayaan, belajar bergantian, mengendalikan emosi, serta memperkuat kerja sama dalam keluarga.

Bagi banyak peserta, pengalaman tersebut bukan sekadar mengikuti permainan, melainkan menjadi ruang untuk menciptakan kenangan baru bersama anak. Beberapa orang tua mengaku baru menyadari betapa berharganya momen sederhana ketika mereka tertawa, berlari, dan menyelesaikan tantangan bersama keluarga. Keceriaan yang tercipta selama dua jam itu menjadi bukti bahwa bermain bersama mampu menghadirkan energi positif yang sulit digantikan oleh aktivitas lain.

Acara ditutup dengan sesi parenting bersama Septi Peni dan Dodik Mariyanto. Dalam sesi reflektif tersebut, para orang tua diajak menyadari bahwa membangun kedekatan dengan anak tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Meluangkan setidaknya 15 menit setiap hari untuk bermain bersama sudah dapat menjadi investasi berharga bagi tumbuhnya rasa aman, kepercayaan, dan ikatan emosional dalam keluarga.

Pesan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa bermain bersama orang tua berkontribusi terhadap perkembangan sosial-emosional anak, meningkatkan kemampuan komunikasi, membantu regulasi emosi, serta memperkuat attachment antara anak dan orang tua. Interaksi yang hangat melalui aktivitas bermain juga terbukti membantu anak merasa lebih aman dan lebih mudah membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

Sesi parenting menjadi momen yang paling mengharukan. Banyak orang tua tampak terdiam saat diajak merefleksikan kualitas hubungan mereka dengan anak. Tidak sedikit yang mengaku tersentuh dan menyadari bahwa selama ini mereka masih perlu menyediakan lebih banyak waktu berkualitas di tengah kesibukan sehari-hari.

"Saya merasa hati ini penuh. Ternyata yang dibutuhkan anak bukan selalu mainan baru, tetapi kehadiran kita saat bermain bersama," ungkap salah seorang orang tua peserta.

Peserta lainnya mengaku setiap pos permainan terasa sangat seru hingga rasanya ingin terus bermain. Harapan pun bermunculan agar Board Game Land dapat kembali diselenggarakan secara rutin sehingga semakin banyak keluarga dapat merasakan pengalaman serupa.

Melalui Board Game Land, Sekolah Semut-Semut dan "A" HomeTeam berharap semakin banyak keluarga menyadari bahwa kedekatan tidak dibangun melalui hadiah yang mahal ataupun aktivitas yang rumit. Ikatan keluarga justru tumbuh dari waktu yang diluangkan, perhatian yang diberikan, dan tawa yang diciptakan bersama. Karena pada akhirnya, keluarga yang bermain bersama bukan hanya menciptakan kenangan indah, tetapi juga membangun hubungan yang akan dikenang sepanjang hayat.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image