Githa Shaquila Azzahra: Jejak Kepemimpinan dari Seleksi hingga Pelantikan MPK SMP Labschool Cibubur

Githa Shaquila Azzahra bersama jajaran pengurus OSIS dan MPK SMP Labschool Cibubur periode 2026–2027 dalam momentum pelantikan. (Sumber: Dok. Pribadi)
Jakarta — Pelantikan pengurus OSIS dan MPK SMP Labschool Cibubur pada momentum peringatan 17 Agustus menjadi penanda berakhirnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya sekaligus dimulainya kepengurusan baru periode 2026–2027. Dari 71 calon anggota yang terpilih, Githa Shaquila Azzahra dipercaya sebagai Ketua Umum MPK.
Terpilihnya Githa bukan sekadar hasil dari satu tahapan seleksi. Proses tersebut melibatkan penilaian visi dan misi, keterampilan organisasi, pemaparan program kerja, hingga pengamatan terhadap karakter dan komitmen calon pengurus dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Proses Seleksi Menguji Visi dan Karakter
Proses seleksi kepengurusan di SMP Labschool Cibubur dirancang untuk melihat kesiapan calon pemimpin dari berbagai aspek. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mampu menyusun gagasan, berkomunikasi, bekerja sama, serta menunjukkan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.
Tahapan seleksi meliputi penyerahan visi dan misi, penilaian keterampilan organisasi, pemaparan program kerja, serta observasi karakter dan komitmen melalui aktivitas ekstrakurikuler.
Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi para calon pengurus untuk membuktikan bahwa kepemimpinan siswa bukan hanya tentang kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga kesiapan mendengar, memahami persoalan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Githa dan Gagasan Kepemimpinan yang Berorientasi pada Siswa
Githa Shaquila Azzahra, 13 tahun, merupakan siswa kelas 8 yang berhasil menonjol dalam rangkaian proses tersebut. Ia membawa gagasan program kerja yang dinilai realistis serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan siswa.
Dalam sambutannya setelah pelantikan, Githa menyampaikan komitmen untuk menjadikan MPK dan OSIS sebagai wadah kolaborasi yang mengedepankan integritas dan empati.
Menurutnya, organisasi siswa memiliki posisi penting sebagai penghubung antara aspirasi siswa dan kebijakan sekolah. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas sekaligus mendorong kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, dan penguatan karakter.
PANCADASA RAKSHA DHINAKARA atau CAKRA
Kepengurusan baru periode 2026–2027 menggunakan nama PANCADASA RAKSHA DHINAKARA (CAKRA) sebagai identitas organisasi.
Nama tersebut dimaknai sebagai simbol pemimpin angkatan ke-15 yang memiliki semangat untuk melindungi, memberikan cahaya, serta membawa manfaat. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu landasan bagi penyusunan berbagai program kerja kepengurusan.
Sejumlah program awal yang dipersiapkan antara lain penghijauan lingkungan sekolah, pembentukan kelompok literasi untuk meningkatkan minat baca siswa, serta kampanye kedisiplinan yang mengedepankan pendekatan edukatif dan penghargaan.
Program-program tersebut diarahkan agar tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh warga sekolah.
LALINJU, Ujian Ketahanan dan Solidaritas
Selain kemampuan organisasi, calon pengurus juga menjalani pembentukan fisik dan mental melalui LALINJU atau Lari Lintas Juang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi pelantikan yang bertujuan menguji ketahanan sekaligus membangun solidaritas antarpeserta.
Untuk tingkat SMP, peserta menempuh rute sepanjang 8 kilometer dari Taman Rekreasi Wiladatika menuju SMP Labschool Cibubur. Sebelum pelaksanaan, peserta menjalani masa latihan selama dua minggu.
Sementara itu, peserta tingkat SMA Labschool Cibubur menempuh rute yang lebih panjang, yakni 17 kilometer dari Taman Makam Pahlawan Kalibata.
LALINJU tidak semata-mata menjadi pengujian kemampuan fisik. Kegiatan tersebut juga menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, ketekunan, serta kemampuan menghadapi tantangan secara bersama-sama.
Dukungan Guru untuk Kepengurusan Baru
Pembina dan guru menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru. Kemampuan komunikasi, kejelasan visi, serta kesiapan bekerja sama menjadi sejumlah modal yang diharapkan dapat membantu Githa dan tim menjalankan program selama satu periode ke depan.
Dukungan sekolah juga dinilai penting agar gagasan yang muncul dari siswa dapat berkembang menjadi program yang terarah. Bimbingan teknis, pendampingan, dan ruang partisipasi yang terstruktur menjadi bagian penting dalam memastikan organisasi siswa dapat menjalankan perannya secara optimal.
Membangun Kepemimpinan Berbasis Kolaborasi
Terpilihnya Githa Shaquila Azzahra sebagai Ketua Umum MPK SMP Labschool Cibubur periode 2026–2027 memperlihatkan bagaimana proses pembentukan pemimpin muda dapat dilakukan melalui kombinasi seleksi gagasan, pengujian kemampuan organisasi, pembentukan karakter, serta pengalaman bekerja dalam tim.
Dengan dukungan pembina, guru, dan partisipasi siswa, PANCADASA RAKSHA DHINAKARA (CAKRA) diharapkan mampu menghadirkan program yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan warga sekolah.
Bagi Githa, kepemimpinan bukan hanya tentang memegang jabatan, tetapi juga tentang memastikan setiap suara mendapatkan ruang untuk didengar. Prinsip tersebut menjadi salah satu pijakan dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Umum MPK dan membangun kolaborasi bersama seluruh pengurus selama periode 2026–2027.