WARTA BARU

Tambang Timah Ilegal Lobang Tikus di Tilek Diduga Milik Iin

Pintu masuk ke tambang timah ilegal metode lobang tikus di Dusun Tilek, Tukak Sadai. (Ist)

TOBOALI
— Aktivitas tambang timah ilegal dengan metode lobang tikus di Dusun Air Banten Tilek, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sorotan. Kegiatan pertambangan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan dikaitkan dengan seorang warga berinisial Iin.

Metode lobang tikus dikenal sebagai pola penambangan dengan tingkat risiko tinggi karena pekerja harus masuk ke dalam terowongan sempit dan menggali material timah secara manual.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para pekerja harus turun hingga kedalaman sekitar 70 meter dari permukaan tanah untuk mencari material yang mengandung timah.

Produksi Disebut Capai Ratusan Kilogram

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan produksi dari aktivitas tambang tersebut cukup besar. Dalam kondisi tertentu, hasil penambangan disebut dapat mencapai ratusan kilogram dalam satu minggu.

“Penghasilan kurang lebih 500 kilogram per minggu. Kemarin juga sempat dapat 700 kilogram seminggunya dalam tiga hari kerja yang angkat ke atas dari dalam lubang tikus tersebut,” ujar sumber tersebut.

Material hasil penggalian kemudian dibawa keluar dari lubang untuk diproses. Batu timah yang diperoleh disebut melalui proses gross sebelum kemudian dimasukkan ke meja goyang.

Diduga Berkaitan dengan Warga Berinisial Iin

Sumber tersebut juga menyebut keberadaan fasilitas pengolahan seperti meja goyang dan alat gross diduga berkaitan dengan seorang warga sekitar berinisial Iin.

Menurut informasi yang dihimpun, material berupa batu dan pasir timah hasil kegiatan tersebut dibawa menuju lokasi penggilingan yang berada tidak jauh dari area pertambangan dan kediaman Iin.

“Kemudian batu terak pasir timah yang dihasilkan dibawa ke dekat lokasi penggilingan miliknya yang tidak jauh dari lokasi tambang serta rumah milik bos inisial IN ini,” ungkap sumber.

Kediaman Iin Disebut Didatangi Aparat

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan bahwa kediaman Iin sempat ramai pada Rabu sebelum berita tersebut diterbitkan. Kondisi itu diduga berkaitan dengan kedatangan aparat penegak hukum.

“Rumah Iin ramai kemarin, kayaknya dari anggota Polres,” kata sumber.

Namun, informasi mengenai kedatangan aparat tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan AKP Imam Satriawan telah dihubungi untuk dimintai keterangan mengenai keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Hingga berita diterbitkan, belum ada jawaban dari yang bersangkutan.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Iin melalui pesan WhatsApp. Namun, pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Aktivitas pertambangan di wilayah tersebut masih menjadi perhatian, sementara konfirmasi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk memastikan informasi mengenai dugaan kepemilikan, aktivitas tambang, serta kedatangan aparat ke lokasi.

Media akan mengupayakan konfirmasi lanjutan guna memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut maupun berkaitan dengan informasi tersebut.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar