10 Peserta Lolos Seleksi Tahap II Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026
| Foto bersama Dewan Juri dan peserta yang mengikuti Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026. |
TANGERANG SELATAN, 30 AGUSTUS 2026 — Rangkaian Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 memasuki tahapan kedua, yakni seleksi desain, setelah sebelumnya seluruh peserta berhasil melewati tahapan seleksi administrasi.
Seleksi
Tahap II dilaksanakan di Bukit Pelayangan Resto (BPR), Tangerang
Selatan, dengan melibatkan 49 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan
lolos seleksi administrasi. Pada tahapan ini, karya para peserta dinilai secara
langsung oleh tiga orang Dewan Juri profesional yang memiliki kompetensi
dan pengalaman di bidang kerajinan, desain, serta pengembangan usaha kreatif.
Ketiga
Dewan Juri tersebut terdiri dari Bapak Musa, yang merupakan unsur Pengurus
Dekranas Pusat; Ibu Harni, yang berasal dari unsur pengrajin dan
pebisnis Batik; serta Mas Bimo, yang turut menjadi bagian dari tim
Dewan Juri dalam proses penilaian desain.
Proses
seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan dengan
tujuan sayembara, antara lain kreativitas dan orisinalitas desain, nilai
estetika, relevansi dengan identitas Kota Tangerang Selatan, kekuatan unsur
budaya dan lokalitas, inovasi, serta potensi desain untuk dikembangkan menjadi
motif batik yang dapat diterapkan secara nyata.
Setelah
melalui proses penilaian oleh ketiga Dewan Juri, ditetapkan 10 peserta
terbaik yang dinyatakan lolos Seleksi Tahap II dan berhak melanjutkan ke
tahapan berikutnya.
10 Peserta yang Lolos ke Tahap
Selanjutnya
Berdasarkan
hasil seleksi Tahap II, berikut daftar peserta yang dinyatakan lolos:
- Achmad
Nur Kholis — Kab. Jombang, Jawa Timur
- Dadang
Priyanta — Kota Tangerang Selatan,
Banten
- Gilang
Muhammad Iqbal — Kota Bandung, Jawa Barat
- Irwansyah
— Kab. Siak, Riau
- Jauza
Alya Wada — Kab. Cianjur, Jawa Barat
- Joko
Sunarto — Kota Semarang, Jawa Tengah
- Nita
Anita — Kota Tangerang, Banten
- Nuraeni
Hasanah — Kota Bandung, Jawa Barat
- RR.
Nadia Marfath Khairunissa — Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta
- Stevanus
Marcello Halim — Kota Madiun, Jawa Timur
Kesepuluh
peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan sayembara berikutnya
sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia.
Menjaga Objektivitas dan Kualitas
Penilaian
Salah
satu Pengurus Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Brian Hezron Simanjorang,
menyampaikan bahwa tahapan desain merupakan salah satu bagian penting dalam
proses sayembara karena pada tahap inilah gagasan dan kreativitas para peserta
mulai terlihat secara lebih konkret.
“Setelah
melalui tahap administrasi, kami melihat bahwa 49 peserta yang lolos memiliki
latar belakang dan gagasan yang sangat beragam. Di tahap kedua ini, Dewan Juri
kemudian melakukan penilaian terhadap desain yang diajukan peserta dengan
mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kreativitas, identitas lokal
Tangerang Selatan, nilai estetika, inovasi, dan potensi desain tersebut untuk
dikembangkan menjadi motif batik,” ujar Brian.
Ia
menambahkan bahwa proses penilaian melibatkan Dewan Juri yang memiliki latar
belakang dan pengalaman berbeda sehingga diharapkan dapat memberikan perspektif
yang lebih komprehensif terhadap setiap karya yang masuk.
“Kami
bersyukur proses seleksi dapat berjalan dengan baik dan melibatkan tiga Dewan
Juri yang kompeten di bidangnya. Perbedaan latar belakang para juri justru
menjadi kekuatan dalam memberikan penilaian, sehingga karya-karya peserta dapat
dilihat tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga dari sisi kerajinan, bisnis,
serta peluang pengembangannya,” lanjutnya.
Menurut
Brian, terpilihnya 10 peserta bukan berarti karya peserta lainnya tidak
memiliki nilai, melainkan merupakan hasil dari proses kurasi berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan dalam sayembara.
“Dari
49 karya yang masuk, tentu semuanya memiliki kreativitas dan karakter
masing-masing. Namun, berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri dan kriteria yang
telah ditetapkan, akhirnya terpilih 10 peserta untuk melanjutkan ke tahap
berikutnya. Kami berharap para peserta yang lolos dapat terus mengembangkan
desainnya dan memberikan karya terbaik untuk Tangerang Selatan,”
ungkapnya.
Menuju Batik yang Merepresentasikan
Identitas Tangerang Selatan
Sayembara
Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 tidak hanya diarahkan untuk
menghasilkan sebuah desain visual, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan motif
batik yang memiliki karakter kuat dan dapat merepresentasikan identitas Kota
Tangerang Selatan.
Brian
berharap proses sayembara ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah
daerah, Dekranasda, pelaku industri kreatif, pengrajin, desainer, serta
masyarakat dalam membangun identitas produk budaya daerah.
“Tujuan
akhirnya bukan sekadar memenangkan sayembara. Yang paling penting adalah
bagaimana kita dapat menemukan desain yang memiliki cerita, karakter, dan
identitas Tangerang Selatan, kemudian memiliki peluang untuk dikembangkan dan
digunakan secara luas. Mudah-mudahan dari proses ini lahir sebuah motif batik
yang benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Tangsel,”
kata Brian.
Dengan
ditetapkannya 10 peserta terbaik, rangkaian Sayembara Desain Batik Khas
Tangerang Selatan 2026 kini memasuki fase selanjutnya. Para peserta yang
lolos diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk semakin
menyempurnakan karya dan menghadirkan desain terbaik yang mampu memadukan kreativitas,
nilai budaya, identitas lokal, estetika, serta potensi ekonomi kreatif.