Ciptakan Pojok Edukasi Hijau, KKN-T 3 Umsida Revitalisasi Lingkungan KB Aisyiyah Bustanul Athfal Kupang Jabon
![]() |
| Mahasiswa KKN-T 3 Revitalisasi Lingkungan KB Aisyiyah Bustanul Athfal Kupang melalui Pengecatan, Pojok Hijau, dan Edukasi Sampah |
Warta IDN, Sidoarjo – Lingkungan sekolah yang asri dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran anak usia dini. Hal inilah yang coba diwujudkan mahasiswa KKN-T 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui program revitalisasi lingkungan dan pembuatan pojok edukasi hijau di KB Aisyiyah Bustanul Athfal, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Program yang dilaksanakan mulai 1 Agustus 2026 tersebut tidak hanya berfokus pada perubahan tampilan lingkungan sekolah. Mahasiswa juga menghadirkan media pembelajaran berbasis tanaman serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada anak-anak kelompok belajar.
Rangkaian kegiatan mencakup pengecatan sejumlah area sekolah, pembuatan instalasi tanaman hidroponik, penanaman tanaman pangan dan tanaman obat keluarga (toga), hingga sosialisasi mengenai sampah organik dan anorganik.
Pengecatan dan Pembuatan Pojok Edukasi Hijau
Tahap awal revitalisasi dilakukan melalui pengecatan ulang di beberapa bagian lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih segar, menarik, dan nyaman bagi anak-anak.
Mahasiswa KKN-T 3 kemudian melengkapi lingkungan sekolah dengan instalasi tanaman hidroponik sebagai bagian dari pojok edukasi hijau. Area tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya melihat tanaman sebagai penghias lingkungan, tetapi juga dapat mengenal dan mempelajarinya secara langsung.
Berbagai tanaman pangan ditanam menggunakan media polybag. Siswa-siswi kelompok belajar dilibatkan dalam penanaman terong, tomat, cabai, dan pepaya. Sementara itu, tanaman obat keluarga seperti jahe, lengkuas, dan kunyit ditanam bersama para guru.
Setiap tanaman dilengkapi papan nama. Keberadaan papan tersebut menjadi sarana sederhana untuk membantu anak-anak mengenali jenis tanaman sekaligus memperkenalkan pembelajaran berbasis lingkungan sejak usia dini.
Penanggung jawab program kerja Lingkungan, Achmad Shafik, mengatakan pojok hijau dibuat agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar melalui praktik secara langsung.
“Kami sengaja bikin pojok hijau ini biar anak-anak bisa belajar sambil praktik langsung, bukan cuma dari gambar atau cerita guru saja. Ada papan nama di tiap tanaman biar mereka juga belajar mengenal nama-nama tanaman,” ujar Achmad Shafik.
Berlangsung Selama 4-5 Minggu
Rangkaian revitalisasi lingkungan tersebut berlangsung selama sekitar 4-5 minggu. Prosesnya dimulai dari pengecatan hingga penataan pojok hijau dan tanaman yang menjadi bagian dari media edukasi sekolah.
Perubahan lingkungan sekolah mendapat respons positif dari anak-anak kelompok belajar. Area yang sebelumnya tampak sederhana menjadi lebih berwarna dan asri dengan keberadaan berbagai tanaman yang dapat diamati setiap hari.
Kepala KB Aisyiyah Bustanul Athfal Kupang, Siti Qur’ani, menyambut baik program yang dijalankan mahasiswa KKN-T 3 tersebut.
“Terima kasih untuk mahasiswa KKN yang sudah membuat lingkungan sekolah jadi lebih hijau dan tertata. Anak-anak juga jadi punya media belajar baru dari tanaman-tanaman yang ditanam ini,” ujarnya.
Anak Usia Dini Dikenalkan Pengelolaan Sampah
Program KKN-T 3 tidak berhenti pada revitalisasi fisik lingkungan. Mahasiswa juga memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada anak-anak kelompok belajar.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan sampah organik dan anorganik serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan interaktif agar sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Anak-anak juga diajak mengenali contoh sampah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilengkapi dengan sesi tanya jawab sederhana.
Ismi Shaqina mengatakan anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan edukasi tersebut.
“Anak-anak antusias banget pas diajak kenalan sama jenis-jenis sampah, apalagi kita bikin interaktif jadi mereka gampang nangkepnya,” ujar Ismi Shaqina.
Apresiasi juga disampaikan Bu Yani, salah satu guru KB Aisyiyah Bustanul Athfal Kupang. Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan penting diberikan sejak usia dini dengan metode yang menyenangkan.
“Kegiatan seperti ini bagus buat mengenalkan kebiasaan baik ke anak-anak sejak dini, apalagi disampaikan dengan cara yang menyenangkan jadi mereka gampang paham,” tuturnya.
Diharapkan Berlanjut Setelah Program KKN
Melalui revitalisasi lingkungan, pembuatan pojok edukasi hijau, dan sosialisasi pengelolaan sampah, mahasiswa KKN-T 3 Umsida berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi KB Aisyiyah Bustanul Athfal Kupang.
Pojok hijau diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perubahan fisik sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Anak-anak dapat mengenal berbagai tanaman sekaligus belajar merawat lingkungan melalui pengalaman langsung.
Sementara itu, kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya diharapkan dapat terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Keberlanjutan program tersebut nantinya berada di tangan pihak sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah. Dengan perawatan bersama, pojok edukasi hijau dapat terus menjadi ruang belajar yang mendukung pengenalan lingkungan kepada anak-anak meski masa KKN-T 3 telah berakhir.
(Haqi & Dita)
