UNSIL Dorong Budidaya Ikan Ciamis Hemat Energi dengan PLTS Hybrid dan IoT
| Dokumentasi Pelatihan Bersama Mitra |
CIAMIS – Sektor budidaya
ikan air tawar di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, kini
memasuki babak baru berkat sentuhan teknologi terbarukan dan digitalisasi.
Melalui Program Penerapan IPTEK Berbasis Masyarakat (PPIBM) Universitas
Siliwangi (Unsil) Tahun 2026, tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin
meluncurkan program hilirisasi teknologi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) Sistem Hybrid dan pemantauan kualitas air berbasis Internet of
Things (IoT) untuk Kelompok Tani Karya Laksana VI.
Langkah inovatif ini digagas untuk
memecahkan dua permasalahan utama pembudidaya ikan yang menggunakan kolam
bersistem Recirculating Aquaculture System (RAS). Selama ini, operasional pompa sirkulasi dan
aerator 24 jam penuh sangat tergantung pada listrik PLN, sehingga memicu
pembengkakan biaya operasional dan rentan gagal panen saat pemadaman listrik.
Di sisi lain, manajemen kualitas air yang selama ini hanya mengandalkan
pengamatan visual memicu tingginya angka kematian (mortalitas) ikan hingga
mencapai 20% akibat lonjakan asam/pH dan fluktuasi suhu air.
Ketua Tim Pengabdi Unsil, Imam Taufiqurrahman (Teknik Elektro Unsil),
menjelaskan bahwa integrasi PLTS Hybrid dan IoT ini dirancang khusus untuk
menciptakan efisiensi hulu hingga hilir usaha tani.
"Sistem PLTS Hybrid berkapasitas 400 Wp ini dilengkapi baterai
penyimpanan deep cycle 100 Ah serta Automatic Transfer Switch
(ATS). Perangkat ini secara otomatis mengambil alih beban listrik pompa dan
aerator di siang hari dan berfungsi sebagai daya cadangan darurat saat jaringan
listrik mati. Langkah ini ditargetkan mampu memangkas biaya operasional listrik
PLN hingga lebih dari 30%," ujar Imam.
Selain efisiensi energi, kolam pembesaran ikan milik mitra kini dilengkapi
perangkat sensor digital berbasis mikrokontroler ESP32. Sensor ini mampu
mendeteksi parameter kualitas air (suhu dan pH) secara real-time. Data
dikirimkan secara nirkabel ke ponsel pintar (smartphone) milik anggota
kelompok tani, lengkap dengan fitur early warning system (peringatan
dini) jika kondisi air memburuk.
Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pemasangan fisik alat,
tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM kelompok tani. Tim Unsil menerjunkan
kepakaran lintas bidang yang terdiri dari Mochamad Irlan Malik dan Nidar
Nadrotan Naim Sujana (Teknik Elektro), Nurul Risti Mutiarasari (Agribisnis),
serta Visi Tinta Manik (Teknologi Pangan & Hasil Pertanian), didampingi
oleh mahasiswa.
Pendekatan ini dibuktikan melalui serangkaian pelatihan komprehensif, mulai
dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kelistrikan, literasi pemantauan
digital, analisis efisiensi keuangan usaha, hingga manajemen pasca-panen (post-harvest
handling dan rantai dingin) untuk menjaga kualitas dan daya tawar ikan di
pasaran.
Penggunaan energi bersih dan digitalisasi budidaya ini secara langsung
mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG
7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Melalui pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal),
masyarakat tidak sekadar menjadi objek, melainkan dilibatkan aktif sejak fase
audit energi, instalasi, hingga pengelolaan.
Dengan diterapkannya teknologi ini, tingkat mortalitas ikan ditargetkan
dapat ditekan dari 20% menjadi di bawah 10%, serta meningkatkan margin
keuntungan bersih mitra minimal 10% per siklus panen. Untuk menjamin
keberlanjutan program pasca-kegiatan, tim Unsil juga telah membentuk kader
teknisi lokal dari perwakilan anggota kelompok tani serta menyerahkan modul
Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan alat.
"Kami berharap Kelompok Tani Karya Laksana VI di Desa Sukamulya ini dapat menjadi role model budidaya perikanan berkelanjutan berbasis energi bersih dan IoT di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya," tutup Imam.