Dari Kampus untuk Desa: KKN Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Energi Baru Pemberdayaan Masyarakat Alamendah
| Foto bersama usai kegiatan |
Mengusung
semangat pemberdayaan masyarakat, KKN Kelompok 1 Universitas Bhakti Kencana
menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, puskesmas,
dan masyarakat. Berbagai latar belakang keilmuan dipertemukan untuk menggali
potensi desa, memahami kebutuhan warga, serta merancang program yang aplikatif,
inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan
pembukaan dihadiri oleh jajaran dosen pembimbing, pemerintah Desa Alamendah,
perwakilan Puskesmas, mahasiswa peserta KKN, serta unsur masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap
pelaksanaan program pengabdian yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat.
Sambutan dalam
kegiatan pembukaan disampaikan oleh R. Siti Jundiah, S.Kep., Ners., M.Kep. dari
bidang Keperawatan, Dr. Ratna Dian K., M.Kes. dari bidang Ilmu Kesehatan, Dr.
Redy Hanida selaku Kepala Puskesmas, serta Ijang Iwan, S.Pd.I. selaku
Sekretaris Desa Alamendah. Dalam sambutan yang disampaikan, mahasiswa didorong
untuk menjadikan KKN sebagai proses pembelajaran yang sesungguhnya, bukan
sekadar kegiatan seremonial atau pelaksanaan program kerja semata.
Mahasiswa
diharapkan hadir di tengah masyarakat dengan semangat mendengarkan, memahami,
dan membangun solusi secara bersama-sama. Mereka juga diingatkan untuk
menghargai nilai sosial, budaya, serta kearifan lokal yang telah berkembang di
Desa Alamendah. Dengan pendekatan tersebut, setiap program yang dijalankan
diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat terus
dilanjutkan setelah masa KKN berakhir.
Pelaksanaan KKN
menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bahwa persoalan
di masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang keilmuan.
Diperlukan komunikasi, empati, kreativitas, serta kerja sama lintas sektor agar
setiap program dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
KKN Kelompok 1
Universitas Bhakti Kencana didampingi oleh dosen dari berbagai disiplin ilmu,
yaitu apt. Mia Nisrina Anbar Fatin, M.Farm., apt. Jajang Japar Sodik, M.Farm.,
Dr. apt. Entis Sutrisno, M.Kes., dan Meylani Sutoro, M.Farm. dari bidang
Farmasi. Pendampingan juga dilakukan oleh Myrna Anissaniawaty, S.Psi., M.Psi.
dari bidang Psikologi Sosial, Tri Nur Jayanti, S.Kep., Ners., M.Kep. dan R.
Siti Jundiah, S.Kep., Ners., M.Kep. dari bidang Keperawatan, serta Dr. Ratna
Dian K., M.Kes. dan Bdn. Antri Ariani, SST., M.Kes. dari bidang Ilmu Kesehatan.
Kolaborasi dosen
dari berbagai bidang tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam
pelaksanaan KKN di Desa Alamendah. Perspektif farmasi, kesehatan, keperawatan,
kebidanan, dan psikologi sosial dapat dipadukan untuk menghasilkan program yang
lebih komprehensif serta mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara
menyeluruh.
Pendekatan
multidisipliner tersebut juga membuka peluang lahirnya berbagai kegiatan
inovatif yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah jangka pendek.
Program KKN diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keterampilan,
serta kemandirian masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Desa
Alamendah.
Dalam
pelaksanaannya, KKN Kelompok 1 dipimpin oleh Ipan Maulana sebagai ketua dan
Putri Dwi Sipana sebagai wakil ketua. Bersama seluruh anggota kelompok,
keduanya bertanggung jawab mengoordinasikan kegiatan, membangun komunikasi
dengan masyarakat, serta menjaga sinergi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan
seluruh pemangku kepentingan.
Selama berada di
Desa Alamendah, mahasiswa diharapkan mampu menempatkan diri sebagai mitra
masyarakat. Mereka tidak hanya datang dengan membawa program yang telah
disusun, tetapi juga membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari warga.
Melalui proses tersebut, program yang dikembangkan dapat benar-benar berangkat
dari permasalahan nyata, potensi lokal, serta aspirasi masyarakat.
KKN juga menjadi
ruang pembelajaran yang tidak selalu dapat ditemukan di dalam kelas. Mahasiswa
akan berhadapan langsung dengan kondisi sosial masyarakat, belajar mengelola
program, membangun komunikasi dengan berbagai kelompok, menyelesaikan tantangan
di lapangan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Bagi masyarakat,
kehadiran mahasiswa Universitas Bhakti Kencana diharapkan menjadi tambahan
energi dalam mengembangkan potensi desa. Program-program yang dilaksanakan
diharapkan dapat memperkuat kesadaran kesehatan, meningkatkan pengetahuan
masyarakat, mendorong perilaku hidup sehat, serta mengembangkan berbagai bentuk
pemberdayaan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan warga.
Kegiatan KKN
merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,
khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, ilmu
pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi
diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat secara langsung.
Pembukaan KKN
menjadi titik awal terbangunnya hubungan antara Universitas Bhakti Kencana dan
masyarakat Desa Alamendah. Hubungan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung
selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi
yang lebih luas dan berkelanjutan pada masa mendatang.
Sinergi antara
perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat menjadi modal
penting dalam menciptakan perubahan. Perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan,
inovasi, dan sumber daya akademik, sementara masyarakat memiliki pengalaman,
kebutuhan, serta potensi lokal yang menjadi dasar dalam pengembangan setiap
program.
Kegiatan
pembukaan diakhiri dengan pengenalan mahasiswa, koordinasi bersama pemerintah
desa dan puskesmas, serta penyampaian gambaran umum program yang akan
dilaksanakan. Seluruh pihak berharap kegiatan KKN dapat berjalan dengan lancar,
memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, serta menghasilkan program yang
memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan semangat
kebersamaan, mahasiswa Universitas Bhakti Kencana siap memulai perjalanan
pengabdian di Desa Alamendah. Mereka hadir bukan hanya untuk menyelesaikan
sebuah mata kuliah, tetapi untuk meninggalkan pengetahuan, pengalaman,
inspirasi, dan manfaat yang dapat terus tumbuh bersama masyarakat.
Dari kampus menuju desa, dari ilmu menuju aksi, dan dari kolaborasi menuju pemberdayaan.