Peneliti ISI Surakarta Kembangkan Model Augmented Reality untuk Menghidupkan Diseminasi Estetika Seni Berbasis Literasi Budaya Berkelanjutan

Kolaborasi peneliti ISI Surakarta dan Riang Studio menguji konsep Augmented Reality guna memperkuat literasi budaya berkelanjutan.
Warta IDN, Yogyakarta, 16 Juli 2026 – Tim peneliti dari Program Studi Kriya dan Fotografi, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah melaksanakan kegiatan penelitian dasar bertajuk “Pengembangan Model Augmented Reality untuk Diseminasi Estetika Seni Berbasis Literasi Budaya Berkelanjutan” yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Riang Studio sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan berlangsung pada 16 Juli 2026 di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri kreatif, dan masyarakat dalam pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penelitian ini diketuai oleh Yuniana Cahyaningrum, S.Kom. M.Kom dosen dari program studi Kriya ISI Surakarta dan beranggotakan seorang dosen dari program studi Fotografi ISI Surakarta Novia Sisca Haryani, S.Sn., M.Sn. dan tiga mahasiswa Nikita Noviyanti, S.Sn., Dwi Paramitha Kencana, dan Ai Collen Neysa serta seorang seniman bernama Arif Hanungtyas Sukardi, S.Pd.Sn.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media inovatif untuk mendiseminasikan nilai-nilai estetika seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat secara lebih interaktif, edukatif, dan mudah diakses. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi budaya, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya di era transformasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti melakukan observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), wawancara, serta identifikasi kebutuhan pengguna bersama tim kreatif Riang Studio. Berbagai aspek yang dibahas meliputi penyajian informasi budaya berbasis digital, pengalaman pengguna (user experience), desain visual, hingga potensi implementasi teknologi AR sebagai media edukasi dan promosi karya seni.
Selain pelaksanaan penelitian, kegiatan juga diisi dengan sesi pengabdian kepada masyarakat berupa berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam industri kreatif. Tim peneliti memberikan wawasan mengenai penerapan Augmented Reality sebagai media interpretasi karya seni, strategi penguatan literasi budaya berbasis teknologi, serta peluang kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri kreatif dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan Riang Studio menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan hasil penelitian akademik dengan praktik kreatif di lapangan. Sebagai mitra, Riang Studio memberikan berbagai masukan mengenai kebutuhan pengguna, karakteristik produk kreatif, serta tantangan implementasi teknologi digital dalam proses diseminasi budaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan model Augmented Reality yang aplikatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun sektor industri kreatif.
Ketua tim penelitian, Yuniana Cahyaningrum, S.Kom., M.Kom. menyampaikan bahwa pengembangan model AR tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat menjadi media pembelajaran budaya yang menarik, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui visualisasi tiga dimensi, narasi interaktif, serta pengalaman imersif yang ditawarkan AR, masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman baru dalam memahami makna, filosofi, dan estetika karya seni Indonesia.
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menghasilkan model konseptual sekaligus rekomendasi implementasi Augmented Reality yang dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan, museum, galeri, komunitas seni, maupun pelaku industri kreatif sebagai media diseminasi pengetahuan budaya. Luaran penelitian ini juga diharapkan berkontribusi terhadap penguatan literasi budaya berkelanjutan sekaligus mendukung transformasi digital pada sektor seni dan budaya Indonesia.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri kreatif, ISI Surakarta terus berkomitmen menghasilkan inovasi yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi masa kini dan mendatang.