WARTA BARU

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital agar Tetap Optimal

Menjaga kesehatan mata penting di tengah paparan layar digital. Simak cara sederhana merawat mata, mencegah kelelahan, dan menjaga penglihatan.

JAKARTA – Paparan layar gawai, komputer, dan televisi yang semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari membuat kesehatan mata perlu mendapat perhatian. Kebiasaan menatap layar terlalu lama dapat berkaitan dengan keluhan seperti mata lelah, kering, iritasi ringan, hingga penurunan ketajaman penglihatan seiring bertambahnya usia.

Mata bekerja sejak seseorang terjaga hingga kembali tidur. Paparan layar dalam waktu lama serta kondisi ruangan ber-AC dapat mengganggu kelembapan alami mata. Akibatnya, permukaan kornea dapat menjadi lebih kering dan memunculkan rasa perih atau mata merah.

Karena itu, menjaga kesehatan mata sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika keluhan mulai muncul.

Terapkan Aturan 20-20-20

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi mata lelah akibat penggunaan perangkat digital adalah menerapkan aturan 20-20-20.

Caranya, setelah menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik. Kebiasaan berkedip lebih sering juga dapat membantu menjaga distribusi air mata pada permukaan mata.

Perhatikan Asupan Nutrisi

Kesehatan mata juga berkaitan dengan pola makan. Sumber makanan yang mengandung Omega-3, seperti salmon, tuna, dan sarden, serta sayuran berdaun hijau seperti bayam dan brokoli dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan mata.

Selain makanan, sumber nutrisi seperti Lutein, Zeaxanthin, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan Zinc juga dibahas dalam sumber sebagai nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan mata.

Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Saat beraktivitas di luar ruangan, mata juga perlu dilindungi dari paparan sinar ultraviolet. Sumber tersebut menyarankan penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV400 ketika berada di bawah paparan matahari secara langsung.

Paparan UV dalam jangka panjang disebut dapat berdampak pada kesehatan kornea dan berkaitan dengan risiko masalah mata tertentu.

Atur Pencahayaan Saat Bekerja

Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Ruangan yang terlalu gelap maupun terlalu terang dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Saat membaca atau bekerja menggunakan komputer, pastikan pencahayaan cukup dan tidak langsung mengarah ke mata. Kecerahan monitor juga dapat disesuaikan, sementara fitur kenyamanan mata atau penyaring cahaya biru pada perangkat dapat digunakan.

Kenali Keluhan Mata Kering

Mata kering dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perih, terasa mengganjal, atau sensasi seperti terdapat pasir di dalam mata. Keluhan tersebut dapat lebih mudah muncul setelah seseorang terlalu lama menatap layar atau berada di ruangan ber-AC.

Sementara itu, keluhan mata akibat alergi umumnya memiliki ciri berbeda, seperti rasa gatal yang intens, mata berair, dan pembengkakan pada kelopak mata.

Pemahaman terhadap jenis keluhan penting agar seseorang tidak sembarangan menggunakan produk untuk mata.

Jangan Menggunakan Tetes Mata Sembarangan

Sumber juga mengingatkan agar penggunaan obat tetes mata yang mengandung dekongestan tidak dilakukan terus-menerus. Penggunaan dalam jangka panjang dapat memicu kemerahan kembali setelah pemakaian dihentikan.

Jika iritasi mata tidak membaik setelah tiga hari melakukan pengobatan mandiri, penggunaan obat bebas sebaiknya dihentikan dan keluhan dikonsultasikan kepada tenaga medis.

Dengan membatasi paparan layar, menerapkan aturan 20-20-20, menjaga pola makan, melindungi mata dari sinar UV, serta mengatur pencahayaan saat beraktivitas, kesehatan mata dapat lebih diperhatikan dalam keseharian.

Langkah sederhana tersebut penting dilakukan secara konsisten, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di depan layar.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar