WARTA BARU

Dugaan Aliran Dana PETI di Sungai Buayan Seret Nama Anggota DPRD

Tangkapan layar unggahan media sosial menampilkan dua sosok berlatar aktivitas PETI terkait dugaan setoran yang menyeret nama pejabat di Sanggau. Sumber: Lambe.Kalbar.

Warta IDN, Jakarta
- Informasi terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Sungai Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali beredar di tengah masyarakat. Sebelumnya, polemik PETI di wilayah itu sempat menjadi perhatian publik setelah warga melakukan aksi pembakaran sejumlah lanting jek sebagai bentuk protes terhadap maraknya tambang emas ilegal yang dinilai merusak lingkungan.

Kini, di tengah perbincangan yang masih berlangsung, muncul dugaan adanya aliran dana dari kegiatan PETI yang menyeret nama Fransiskus Taufik, anggota DPRD Kabupaten Sanggau, serta Marianto, Kepala Desa Pampang Dua. Informasi tersebut tersebar luas di kalangan warga, namun hingga saat ini masih sebatas dugaan dan belum terbukti secara hukum. Belum terdapat putusan pengadilan maupun penetapan tersangka terhadap pihak-pihak yang namanya disebut.

Munculnya isu itu memicu beragam tanggapan masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya menindak pekerja tambang di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas PETI.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan, apabila benar ada pihak yang menikmati hasil dari tambang ilegal, seluruh dugaan tersebut perlu diungkap melalui proses penyelidikan yang profesional dan transparan. “Kalau memang ada aktor yang menikmati hasil dari PETI, penegakan hukum jangan berhenti pada pekerja lapangan saja. Semua pihak yang diduga terlibat seharusnya diperiksa sesuai mekanisme hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat terus menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi Sungai Buayan yang disebut mengalami perubahan akibat aktivitas PETI. Air sungai dilaporkan semakin keruh, sedimentasi meningkat, tebing sungai mengalami erosi, sementara hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan sebagian warga disebut terus menurun.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image