WARTA BARU

KCI Soroti Dugaan Kongkalikong Oknum Pemda dan PT Inpex di Blok Masela

Foto INPEX (Dok. Energyjobline.com)

Warta IDN, Jakarta
– Komunitas Cinta Indonesia (KCI) menyoroti dugaan praktik kongkalikong yang melibatkan oknum pemerintah daerah dan oknum internal PT Inpex Masela dalam proses penentuan kontraktor maupun subkontraktor pada Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku.

Organisasi tersebut menilai dugaan keterlibatan oknum pemerintah daerah bersama pihak internal perusahaan dalam proses penunjukan vendor berpotensi mencederai prinsip persaingan usaha yang sehat sekaligus mengganggu iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Ketua KCI, Moh. Aldy Maulana, mengatakan proyek LNG Blok Masela yang memiliki nilai investasi mencapai 20,94 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp345,51 triliun harus dikelola secara profesional dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Menurut Aldy, pihaknya memperoleh indikasi adanya campur tangan oknum pemerintah daerah dalam menentukan vendor yang akan terlibat dalam proyek tersebut. Ia juga menyebut terdapat dugaan kerja sama antara oknum pemerintah daerah dan oknum perusahaan untuk membentuk konsorsium yang dilakukan secara tertutup.

"Kami menerima indikasi kuat adanya intervensi oknum pemerintah daerah dalam memplot vendor-vendor proyek Blok Masela. Ada dugaan kongkalikong antara oknum Pemda dan oknum perusahaan untuk membentuk konsorsium terselubung. Ini jelas pelanggaran etika pengelolaan investasi publik," ujar Moh. Aldy Maulana dalam keterangan resminya, Senin (25/7/2026).

Lebih lanjut, Aldy menjelaskan bahwa pola penentuan vendor yang dinilai tidak transparan tersebut diduga dirancang agar paket-paket pekerjaan bernilai strategis hanya diberikan kepada pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan pengambil kebijakan di daerah.

Menurut KCI, kondisi tersebut berpotensi merugikan pelaku usaha lokal yang independen, termasuk pengusaha asli Tanimbar yang sebenarnya telah memiliki legalitas usaha serta memenuhi persyaratan teknis untuk berpartisipasi dalam rantai pasok proyek hulu migas.

KCI juga mengingatkan manajemen PT Inpex Masela agar tetap menjaga independensi perusahaan dalam menjalankan proses pengadaan dan tidak terpengaruh oleh tekanan maupun negosiasi yang dilakukan di luar mekanisme resmi oleh oknum pejabat daerah.

Sebagai tindak lanjut, KCI menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat keterbukaan dari PT Inpex Masela dan pemerintah daerah terkait mekanisme lelang, proses penunjukan vendor, serta kriteria pemilihan mitra kerja dalam pelaksanaan proyek LNG Blok Masela di Bumi Duan Lolat.

Warta Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image